Uangku, Solusi Pembayaran e-Commerce Selain COD

Susetyo Dwi Prihadi , CNN Indonesia | Jumat, 10/03/2017 17:39 WIB
Uangku, Solusi Pembayaran e-Commerce Selain COD
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri online shop dan e-Commerce yang berkembang pesat di Indonesia, ternyata tidak diimbangi dengan sistem pembayaran yang mumpuni.

Menurut laporan, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132,7 juta orang dengan 62 persen atau 82,2 juta orang diantaranya aktif mencari informasi produk dan bertransaksi jual-beli online.

Pembayaran melalui transfer rekening ataupun Cash On Delivery (COD) pun masih mendominasi sistem pembayaran belanja online di Indonesia.

Kesadaran akan kondisi inilah yang mendorong lahirnya Uangku,  aplikasi mobile wallet terpercaya yang memberikan pengalaman bertransaksi online yang lebih mudah dan aman bagi penjual dan pembeli dengan garansi keamanan.

Jika pesanan tidak dikirim oleh penjual dalam 7 hari maka pembayaran akan di kembalikan ke pembeli 100 persen Sehingga bebas penipuan.

Saat ini Uangku sudah bekerja sama dengan lebih dari 300 online shop yang sudah dikurasi secara ketat sehingga pengguna dapat belanja dengan tenang dan aman.

“Uangku hadir sebagai yang pertama dan satu-satunya mobile wallet yang memberikan garansi uang kembali 100 persen untuk transaksi social commerce. Ini menjadi solusi untuk bertransaksi aman dan mudah di social commerce yang selama ini memang digemari namun berisiko tinggi dan proses yang panjang,” ujar Direktur Utama Uangku Mario Gaw.

Mario menambahkan layanan miliknya mempunyai visi untuk memberikan akses belanja online bagi masyarakat yang tidak mempunyai rekening bank yang saat ini jumlahnya lebih dari 160 juta melalui akses top-up tunai yang terus dikembangkan kemitraannya dengan toko-toko ritel.

“Diharapkan dengan adanya akses yang merata, kualitas hidup dan ekonomi Negara akan berkembang,” tutur Mario menambahkan.

“Karena walaupun sudah banyak e-commerce dan marketplace yang memfasilitasi kemudahan berjualan, transaksi yang terjadi melalui media sosial masih paling banyak. Bahkan secara market share, 80% transaksi online datang dari channel social commerce” tandas Mario.