Ucapan CEO Tesla dan SpaceX itu merupakan solusi yang ia tawarkan kepada pemerintah daerah Australia Selatan yang kerap dilanda krisis listrik.
Pada 9 Maret lalu, Musk mencuit satu kalimat yang menyebut akan menyediakan energi 100 MW dengan tenaga surya dalam waktu 100 hari. Bila tak tepat waktu, Musk berjanji akan menggratiskan biaya proyek itu.
Lihat juga:Selamat Tinggal Mobil Diesel |
"Tesla akan memasang sistem dan mengerjakannya dalam 100 hari sejak tanda tangan kontrak atau gratis. Apa itu cukup serius?" tulis Musk menjawab pertanyaan seseorang di Twitter, Kamis (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla berencana memanfaatkan sinar matahari yang 'dipanen' melalui panel surya dan disimpan ke dalam PowerPack, baterai raksasa penyimpan energi buatan Tesla.
Penawaran Musk ini langsung direspon oleh pemerintah Australia. Musk mengaku ada ketertarikan serius dari pemerintah pusat maupun Australia Selatan terhadap proposalnya.
"Terima kasih @elonmusk atas diskusi yang mendalam hari ini mengenai penyimpanan energi dan perannya untuk listrik yang murah dan bisa diandalkan," ucap Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di akun Twitter miliknya.
Pada proposal ini, Musk memasang tarif US$250 untuk setiap kilowatt per jam dalam paket 100 megawatt. Total biaya yang diperlukan berarti sekitar US$250 juta atau Rp3,3 triliun.
Musk sebelumnya memang menyebut bisnis energi terbarukan akan jadi salah satu sektor yang akan laris di masa depan.
"Menurut saya bisnis ini akan sebesar bisnis mobil dalam jangka panjang," ujar CEO Elon Musk seperti dikutip dari The Verge.