Ferrari Dino, Ungkapan Cinta Enzo Ferrari Pada Sang Anak

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 16/03/2017 13:47 WIB
Ferrari Dino, Ungkapan Cinta Enzo Ferrari Pada Sang Anak Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan Ferrari dalam industri otomotif, khususnya supercar bisa dikatakan sudah tidak lagi muda. Tahun ini usia pabrikan asal Italia itu mencapai 70 tahun. Berbagai tipe sudah dikeluarkan dan menjadi legenda dari Ferrari, dari mulai berdiri sampai peluncuran Ferrari 812 Superfast pada tahun ini.

Menurut CEO Ferrari Jakarta, Arie Christhoper dari seluruh model yang dikeluarkan oleh Ferrari, pasti mempunyai latar belakang berbeda. Hal itu terangkai dari deretan Ferrari bergenre klasik yang sengaja dipamerkan di pelataran Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat.

"Kami ingin menunjukan bahwa selama 70 tahun, Ferrari benar-benar konsisten menciptakan mobil dengan nilai sejarah dan value yang bagus," kata Arie kepada CNNIndonesia.com.

Sedikitnya, Ferrari Jakarta memamerkan 10 keluarannya dari masa ke masa. Kemunculan Ferrari dimulai pada 1947 melalui peluncuran perdana 125S yang diproduksi di pabrik di Via Abetone Inferiore di Maranello, Italia. Ya, Enzo Ferrari ialah orang di balik itu semua, begitu juga salah satu pebalap legendaris asal Jerman, Michael Schumacher.


Adapun 10 mobil yang dipamerkan kali ini diantaranya adalah 365 GT2+ 2 Queen Mary, Dino 246 GTS, 365 GTC4, 365 GTB4 Daytona Competizione, Dino 308 GT4, 308 GTSi, 328, 512 TR, 456 dan 355 Challenge. Secara keseluruhan mobil didapatkan dengan cara meminjam dari tiap konsumen Ferrari di Indonesia.

Bentuk Cinta Untuk Anak

Kesepuluh mobil jadul Ferrari yang dipamerkan pastinya dengan kisah berbeda antara satu dan lainnya, sebelum akhirnya diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk dengan lambang 'Kuda Jingkrak' itu kepada para pecintanya diseluruh penjuru dunia.

Salah satu kisah menarik yakni kemunculan mobil dengan nama awalan Dino. Tercatat, hanya ada dua tipe Ferrari dengan nama awalan Dino sepanjang sejarah, yaitu Dino 246 GTS dan Dino 308 GTS.

Arie bercerita, tipe Dino pada keluaran Ferrari memang proyek milik Enzo yang dikhususkan untuk anak lelaki satu-satunya. Dari informasi yang berhasil dihimpun, anak lelaki yang dimaksud adalah Alfredo alias Dino, hasil pernikahan Enzo dengan Laura.

"Dino itu proyeknya Enzo Ferrari untuk anaknya, Dino Ferrari. Enzo Ferrari menciptakan satu model yang memang lebih kecil, lebih kompak tapi tetap masuk ke dalam kategori supercar," ujarnya.

Sekitar tahun 1967 Dino meminta sang ayah untuk membuatkan mobil, khusus untuknya. Dino meminta Enzo menurunkan kapasitas mesin menjadi V6, tidak seperti buatan Enzo yang kerap merakit mesin V12.
Ferrari Dino, Ungkapan Cinta Enzo Ferrari Pada Sang AnakFoto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama
"Pertama kali Dino itu diluncurkan tahun 1967, jadi konsep awal Dino seperti itu," kata Arie.

Alhasil, dengan berkolaborasi bersama engineer serta desainer Leonardo Fioravanti, mobil pertama Dino yakni Dino 246 GTS berhasil muncul ke permukaan. Memiliki panjang 4235 mm, lebar 1700 mm, tinggi 1135 mm dan berat 1080 kg, mobil tersebut dapat menempuh kecepatan hingga 245 km/ jam.

Tidak berhenti sampai di situ, produksi tipe kedua untuk Dino kembali dilakukan. Nuccio Burtone ditunjuk langsung oleh Enzo untuk proyek kali ini. Memang, tidak banyak Burtone menuangkan idenya pada produk Ferrari, tetapi salah satunya ini.

Bersama Burtone, Enzo mulai meracik generasi terbaru Dino. Alhasil kolaborasi itu membuahkan Ferrari Dino 308 GT4. Dino 308 GT4 pertama diperkenalkan kepada khalayak pada 1973.

Dibanding generasi pertama, Dino 308 GT4 sedikit berbeda terutama dari sisi desain dan mesin. Untuk mesin, Dino 308 GT4 menggendong V8. Atas upgrade tersebut, kecepatan yang diperoleh dapat mencapai 250 km/ jam.

Namun, Dino 308 GT4 menjadi proyek terakhir dari Enzo. Ia memutuskan untuk tidak membuat generasi penerus dari Ferrari Dino, setelah sang anak meninggal dunia di usia 24 tahun akibat penyakit kanker paru-paru.

"Setelah itu kan Dino Ferrari meninggal sehingga proyeknya disetop oleh Enzo," kata Arie.

Padahal, dedikasi Enzo untuk sang putra bisa dibilang juga menempati hati konsumen. Betapa tidak, lebih dari 2000 unit Ferrari Dino laku terjual. "Ada 2000 lebih-lah ya. Tidak berumur panjang, hanya ada dua," ucapnya.

Kematian Dino tentu sangat membekas bagi Enzo saat itu. Setelah kepergian sang anak, Enzo memutuskan memakai kacamata hitam ikonis dalam keseharian untuk sekedar menghormati Dino. Selain juga telah membagi kisahnya bersama Dino melalui dua legenda mobil Ferrari, Dino 246 GTS dan Dino 308 GTS.

Nama keduanya, baik Enzo maupun Dino juga dipakai ke dalam nama sirkuit yang berlokasi di Bologna, Italia. Autodromo Internazionale Enzo e Dino Ferrari, berada di 80 km sebelah timur kandang Ferrari, di Maranello, Italia.