Chief Scientist of Mobility Shell Wolfgang Warnacke mengatakan, munculnya mobil konsep ini menegaskan komitmen Shell tetap berada di jalur penyedia energi yang ramah lingkungan, irit dan terbarukan. Namun, ia mengaku tidak akan memproduksinya atas nama Shell.
“Kami tetap berada di jalur sebagai perusahaan energi, bukan pabrik otomotif,” kata Wolfgang kepada CNNIndonesia.com. Oleh sebab itu, ia tengah mendorong ide mobil konsep tiga penumpang tersebut kepada para pemain besar di industri otomotif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad |
“Kami memberikan ide bagi industri otomotif. Jika mereka berminat untuk menggunakan ide itu, kami akan dukung dari segala lini, termasuk aspek pembiayaan,” ujar Wolfgang.
Mobil ini sengaja dibuat Shell untuk menjawab tantangan energi global dengan menghadirkan mobil yang berfungsi dengan seharusnya sekaligus irit bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil ini menghemat energi 34 persen secara keseluruhan dibandingkan semua tipe city car dengan berat 550 kilogram, bermesin tiga silinder 660 cc yang tidak lebih besar dari meja pingpoong.
Kevin Doyle yang diminta langsung oleh Shell untuk mendesain mobil konsep irit bahan bakar ini mengaku diminta membuat dua kendaraan saja. Secara harga, diperkirakan ada di angka USD10 ribu, namun akan jauh lebih murah jika ada pabrikan yang merakitnya secara massal.
Shell Concept Car diperkenalkan di Singapura, Kamis (16/3). (Hafizd Mukti/CNNIndonesia) |
Foto: CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad
Shell Concept Car diperkenalkan di Singapura, Kamis (16/3). (Hafizd Mukti/CNNIndonesia)