Berdasarkan teori Einstein itu, objek angkasa berukuran masif bisa membengkokkan ruang di sekelilingnya tak terkecuali cahaya yang melintas. Bila cahaya dibengkokkan, maka ruang yang ada di balik sinar akan terlihat lebih besar dari sebelumnya.
Kendati demikian, rencana menjadikan Matahari menjadi teleskop raksasa ini bukannya belum pernah dilakukan. Secara prinsip, pemanfaatan gravitasi untuk memperbesar gambar objek pernah dilakukan sejumlah ilmuwan.
Hanya saja kali ini peneliti NASA benar-benar berniat memakai Matahari sebagai bagian dari teleskop mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika teori ini bisa tercapai maka teknologi pencitraan atariksa akan mengalami perkembangan pesat. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mengamati wajah kumpulan eksoplanet 'kembaran' Bumi seperti sistem Trappist-1 yang lebih jelas.
Teleskop antariksa ini akan menggantikan teleskop Hubble mulai Oktober 2018.
"Teleskop Webb adalah perangkat antariksa paling rumit dan dinamis yang pernah kami uji," ucap Lee Feinberg, teknisi di proyek teleskop Webb seperti dikutip dari Futurism.