Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri menilai periode 2007-2013 pertumbuhan penjualan otomotif sangat pesat, 23,6 persen rata-rata setahun. Salah satu penyebab penurunan penjualan otomotif selama 2014-2015 adalah kebijakan Bank Indonesia menaikkan LTV (loan-to-value ratio).
"Peningkatan penjualan otomotif terbantu oleh kenaikan tajam penjualan LCGC dan tipe 4X2 yang sebetulnya lebih banyak berfungsi sebagai kendaraan penumpang," kata Faisal yang dikutip dari laman resminya, Selasa (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab penurunan penjualan pick up dan truk antara lain adalah penurunan ekspor dan impor barang selama lima tahun berturut-turut (2012-2016). Namun di awal tahun ada peningkatan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor tradable ini hanya tumbuh sekitar separuh dari pertumbuhan sektor non-tradable (jasa).
"Ada tanda-tanda 2017 penjualan kendaraan komersial, termasuk pick up dan truk, berpotensi naik kembali sejalan dengan peningkatan ekspor yang cukup pesat selama dua bulan terakhir ini," ungkapnya. (pit)