Ketersediaan sejumlah universitas di BSD seperti Universitas Atma Jaya, Prasetia Mulya, dan Bina Nusantara (Binus), merupakan salah satu pertimbangan utama Apple memilih kawasan itu.
Bahkan Apple diketahui telah menunjuk Binus sebagai mitra dalam operasional pusat riset dan pengembangan (R&D).
Seperti yang diketahui sebelumnya, Apple telah bernjanji berinvestasi di Indonesia untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Apple berupaya memenuhi TKDN dengan membangun pusat riset dan pengembangan perangkat lunak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan memilih di lokasi Green Office Park karena ke depannya di lokasi itu akan dibangun Digital Hub seluas 25 hektar," ucap Sanny usai menghadiri pertemuan Menperin Airlangga Hartanto dan perwakilan Apple Asia Pasifik di Jakarta, Kamis (30/3).
Kawasan di Digital Hub tersebut, dari keterangan Sanny, direncanakan menjadi lokasi riset permanen Apple di BSD. Sebab di Green Office Park 9, Apple hanya akan menyewa kantor sementara saja.
"Di Green Office Park nanti kurang lebih akan menyerap 300-400 orang tenaga kerja yang akan dididik oleh mentor dari Apple untuk mengembangkan perangkat lunak," jelas Sanny.
Di samping BSD, Apple diketahui membidik wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, untuk membangun pusat riset serupa. Sementara satu pusat riset lainnya diperkirakan berada di Pulau Jawa lagi. Nilai investasi Apple dalam proyek pusat riset di Indonesia mencapai US$44 juta atau sekitar Rp586 miliar.