Laporan peretasan Tiket.com muncul ketika mereka mengadu ke polisi situsnya telah dibobol. Akibat peretasan itu, mereka mengaku merugi Rp4,1 miliar.
Menurut Alfons, kejadian itu sebenarnya tak mengagetkan. Ia mengklaim sistem keamanan perusahaan teknologi di Indonesia saat ini pada umumnya sudah rentan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Standar keamanan yang rendah yang diterapkan perusahaan teknologi dianggap mudah memancing aksi peretasan berujung kerugian finansial. Alfons bahkan menilai jika tak ada perubahan sistem keamanan username & password, cuma waktu yang menentukan kapan kasus serupa terulang.
Meniru Google
TFA sudah diterapkan situs-situs terkenal seperti Google, Facebook, serta Twitter. Dengan TFA, sebuah situs tak akan hanya meminta username dan password, namun juga meminta satu informasi yang hanya bisa dimiliki dan diketahui oleh pemilik akun yang asli.
Lihat juga:Begini Cara Hacker Bobol Situs Tiket.com |
Verifikasi dua lapis sebenarnya sudah dipakai oleh kalangan perbankan untuk mencegah kerentanan saat terjadi transaksi elektronik. Sistem token seperti yang dimiliki BCA misalnya merupakan contoh penerapan TFA ini.
Alfons khawatir kejadian yang dialami Tiket.com akan terulang kembali. Pasalnya, masih banyak perusahaan teknologi yang hanya mengandalkan sistem username dan password untuk mengamankan akun pengguna mereka.
Hingga tulisan ini dibuat, Tiket.com masih belum merespons pertanyaan yang dikirimkan melalui pesan singkat dan telepon.