Hal itu disampaikan Pratikno, sebab mobil khusus kepresidanan sudah tidak dapap bekerja optimal. Mobil presiden sempat mogok ketika kunjungan kerja di Kalimantan Barat. Akselerasi gas melemah, sehingga mobil tak jalan dengan kondisi prima.
Departement Manager Public Relations Mercedes-Benz Indonesia Dennis A. Kadaruskan mengatakan ada beberapa penawaran yang diberikan Mercedes-Benz, khusus untuk kendaraan kepala negara. Jika berminat, Mercedes-Benz Indonesia menyediakan S600 Guard sebagai pengganti Mercy lama Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata dia, mobil tersebut sudah sesuai diperuntukan sebagai kendaraan seorang kepala negara, termasuk Jokowi. Mengenai harga, akan disesuaikan dengan perlengkapan dari keinginan pemohon akan mobil tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Dennis, untuk standarisasi atau keamanan, pengujian kendaraan keluaran Mercedes-Benz untuk kepala negara, tidak melulu dilakukan oleh pihak Mercedes. Biasanya, kepala negara akan mengutus pihak yang tepat untuk menguji ketangguhan produknya, jika dari Indonesia akan menggunakan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Namun apakah sudah ada pemesanan yang dilakukan oleh Indonesia, Dennis tidak dapat memberi informasi lebih. "Kalau ada kode juga saya tidak akan memberikan informasi, karena ini rahasia dari Presiden. Kita tidak mematok (Presiden pesan) atau memastikan apabila ada permohonan akan kendaraan itu. Kami siap melayani," kata Dennis.
Saat ini Jokowi memang masih menggunakan kendaraan keluaran Mercedes-Benz, walaupun milik Jokowi merupakan keluaran lama, yaitu Mercedes-Maybach S600 Pullman Guard. Milik Jokowi diprediksi keluaran 1988-1999. Menurut Deputy Director Marketing Communication Mercedes Benz Distribusi Indonesia Hari Arifianto hal itu terlihat dari bentuk lampu yang masih tajam melengkung, berbeda dari versi di 2016.
"Punya Jokowi udah lumayan lama, estimasi sekitar 1998-1999," kata Hari.
Ia berujar, sebetulnya sejak pertama terdengar akan keluar versi terbaru untuk mobil tersebut, pemerintah sudah berencana melakukan pembaharuan terkait mobil dinas pemerintahan termasuk presiden. Tetapi, akibat banyaknya desakan terhadap kondisi perekonomian tahun lalu, keinginan tersebut akhirnya urung dilakukan.
"Kalau sejarahnya pemerintah punya rencana mau melakukan pembaharuan. Tapi ternyata dianggap pemerintah tidak peka terhadap kondisi yang sulit. Akhirnya ditunda," kata dia.
Padahal, menurut Hari, sesuai dengan segmentasinya kepada kendaraan premium, sudah seharusnya pemerintah melakukan penyegaran terhadap armadanya. Terlebih, untuk mobil presiden sendiri sudah terbilang memasuki usia senja.
"Belum disinggung lagi dalam hal pembelian, karena sudah sangat tua sekali ya. sudah menunda-nunda beberapa kali, karena kan ada usia pakai optimum, walau perawatan bagus," ungkapnya. (pit)