Seperti yang diwartakan sebelumnya, lagu PKS berjudul Mari Kobarkan Semangat dituduh menjiplak Hashim Melech.
Lagu yang sama ini pun dipakai PKS sebagai lagu dukungan untuk pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno dalam kontes pilkada Jakarta. Tak ayal, hal ini pun memantik perdebatan di beberapa media sosial.
Menanggapi hal ini, pihak PKS menampik tuduhan menjiplak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gad Elbaz merupakan penyanyi asal Israel. Ia mulai bernyanyi dan menulis lagunya sendiri sejak usia 4 tahun. Album solo pertama miliknya rilils pada 1998 dengan judul Walk in Straight Path.
Lagu Hashem Melech yang dituduh dijiplak oleh tim Anies-Sandi merupakan single yang Gad luncurkan pada 2013 silam. Judul lagu yang berarti "Tuhan adalah Raja" dalam bahasa Ibrani itu cukup populer di kanal Youtube milik Gad.
Dari dua versi Hashem Melech yang ia buat dan unggah di Youtube, masing-masih telah diputar jutaan kali. Untuk versi pertama bertanggal 27 Januari 2013, video Hashem Melech sudah diputar lebih dari 4,8 juta kali.
[Gambas:Youtube]
Sementara pada versi kedua yang ia rilis dengan menggandeng rapper asal Amerika Serikat telah diputar hingga lebih dari 2,5 juta. Versi Hashem Melech ini Gad unggah sejak 23 Januari 2016, atau tiga tahun setelah versi pertamanya.
Melodi lagu dari Hashem Melech sendiri merupakan hasil gubahan dari lagu berjudul C'Est La Vie milik Khaled, penyanyi asal Aljazair, yang rilis pada Juli 2012. Lagu berbahasa Perancis dan Arab itu mendapatkan respons positif karena irama yang semangat dan menjadi hits di Negeri Napoleon di tahun yang sama.
[Gambas:Youtube]
Dalam penelusuran lainnya, lirik lagu ini memang tergolong lagu rohani. Di salah satu lirik disebut ‘Jehova, Our Lord and God is One’. Di agama Yahudi, Jehova berarti Tuhan.
Sementara lagu yang diduga mirip dengan Hashem Melech milik Anies-Sandi sebenarnya sudah diunggah sejak 24 November 2016 dan hingga berita ini diturunkan sudah mendapatkan 120 ribu lebih viewers.