Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga memperkirakan penghematan biaya untuk roket peluncur mencapai sekitar 40 persen dibanding yang mereka keluarkan untuk meluncurkan satelit Telkom 3S. Faktor roket SpaceX yang bisa dipakai berulang kali jadi penyebab utamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex menyebut total biaya yang mereka harus rogoh dari koceknya berkisar US$166 juta. Jumlah itu sudah termasuk dengan biaya asuransi senilai US$10 juta.
Alex mengatakan proyek satelit Telkom 4 secara keseluruhan telah mencapai 53 persen dan akan rampung pada Juni 2018.
Bagi Telkom penghematan nilai investasi satelit bukan hal yang aneh. Sebab inovasi teknologi seperti yang SpaceX buat dengan roket peluncurnya, akan terus mengarah ke aspek efisiensi.
SpaceX yang didirikan dan dikepalai oleh CEO Elon Musk sebelumnya telah berhasil menerbangkan Falcon 9 ke antariksa dan kembali dan mendarat dengan mulus di permukaan. Dengan roket yang sama, mereka sukses menerbangkan satelit ke luar angkasa.
Keberhasilan itu menjadikannya sebagai perusahaan roket komersial pertama yang berhasil menggunakan roket yang sama lebih dari sekali menembus antariksa.