Tidak membantah, namun pihak Kementerian Perindustrian yang diwakili Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) I Gusti Putu Suryawirawan tengah mengkaji segmen mana yang akan disasar.
"Kita belum menemukan nama Indonesia-nya untuk LCEV. Jadi kita sebutnya kendaraan penumpang untuk kelas menengah. Kalau ekonomi meningkat kan, konsumen ingin beli yang besaran untuk penumpang, itu bisa masuk yang di atas 1.200 cc," ujarnya Gusti belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suzuki: Ignis Bukan untuk Pasar Mobil Murah |
"Patokan fuel consumption, tapi ditambah lagi dengan adanya karbon. Karena kami harus memikirkan tahun 2030 harus menurunkan CO2 29 persen sesuai dengan COP21 kan, itu kami arahkan ke sana. Untuk KBH2 punya jalur sendiri untuk menurunkan (kadar) karbonnya," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny Saputra, 4W Market Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Ditemui pasca peluncuran Suzuki IGNIS di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Senin (17/4/2017), Donny mengungkapkan pendapatnya mengenai LCEV serta harapan Suzuki untuk rencana program pemerintah ini.
Donny berkata, program LCEV ini akan menimbulkan dua efek, yaitu efek bagi manufaktur dan efek bagi konsumen.
Ia juga mengutarakan harapannya mengenai program LCEV ini. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus baru untuk konsumen dalam melakukan pembelian mobil nantinya.
"Kita tahu ada stimulus ekonomi, ada juga stimulus produk. Nah LCEV ini diharapkan bisa memberikan stimulus ketiga, yaitu dari segi regulasi pemerintah. Efeknya, ya nanti akan menambah jumlah penjualan," ungkap Donny. (pit)