"Kita menyasar pekerja yang mobile. Mereka yang kerja ngga terlalu mentingin selfie. Tapi mereka butuh smartphone yang punya baterai tahan lama, tapi ngga lemot," tandasnya. Sehingga, menurut Suryadi penjualan Luna G akan fokus di wilayah urban.
Selain itu, Suryadi juga menanggapi sinis soal smartphone selfie yang banyak dijual dipasaran saat ini. "Smartphone selfie terlalu dibuat-buat. Ditambah-tambahin aja fiturnya. Karena sebenarnya, dengan hp biasa saja sudah cukup buat selfie. Spek-nya terlalu dilebih-lebihkan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TKDN
Sementara sebelumnya, Luna V, dibuat dengan kolaborasi pabrik dengan Foxconn. "Pengalaman kami bekerjasama dengan Foxconn, membuat kami bisa membawa standar Foxconn ke pabrikan kami di Semarang," jelas Suryadi.
Luna hadir di Indonesia sejak tahun lalu. Hingga saat ini sudah dua produk yang diluncurkan di Indonesia. Luna V meluncur pada November 2016. Sementara Luna G adalah smartphone pertamanya di tahun ini. Suryadi menyebutkan akan ada total 3 ponsel Luna yang akan meluncur di Indonesia tahun ini.
Luna V dibuat untuk menyasar pasar premium. Sehingga, menurut Suryadi ponsel ini sibuat dengan standar premium. Mulai dari chipset hingga casing. "Chipset Luna V menggunakan Qualcomm. Casing-nya beda material. Cost untuk casingnya saja bisa sampai 1 jutaan. Kalau untuk Luna G ngga sampai segitu."
Layanan perbaikan
Selain menawarkan ponsel berperforma tinggi diantara ponsel sekelasnya dengan harga miring, strategi pasar lain yang dilakukan Luna menjanjikan layanan penjemputan 1x24 jam untuk perbaikan ponsel.
Untuk kontak penjemputan, menurut Suryadi bisa ditemukan di luna.co.id. Sehingga, jika ponsel Luna Anda bermasalah, Anda cukup menelepon layanan Luna dan ponsel pun akan dijemput untuk dilakukan perbaikan.
Sayangnya, layanan penjemputan ini baru bisa dilakukan untuk pengguna di Jakarta. Sementara layanan perbaikan di kota lainnya, Luna bekerjasama dengan Erafone dan TokoPDA.com.
Selain itu, jika Anda tak ingin kehilangan garansi, Luna juga tidak menyarankan melakukan root pada perangkat. "Root ilegal, pada dasarnya dilarang oleh principal," jelas Suryadi. Alasannya, root akan menghilangkan nomor IMEI yang diperlukan untuk layanan perbaikan.