"Kita percaya diri bisa dapet 20 persen market smartphone flagship Indonesia secara quantity. Sebab, kalau secara value kan beda. Kita bisa 30 persenan kalau secara value. Ini berdasarkan angka Gfk," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, untuk menjalankan strateginya itu, LG telah bekerjasama dengan Telesindo, Erafone, dan Megafone. Sementara untuk operator, LG telah bekerjasama dengan Telkomsel, XL, dan Indosat.
Ketika ditanya antara strategi jualan online vs offline. Jamie menyebutkan untuk pasar Indonesia jualan offline masih menjadi cara yang lebih efektif. "Secara umum tetep offline karena Indonesia open market bukan operator market jadi masih offline kuat," sebut dia.
Tapi menurutnya, untuk smartphone flagship jualan online masih lebih laku ketimbang offline. "Karena yang kita bicarakan ini flagship user, mereka lebih ke gaya online," tuturnya.
Jualan offline menurut Jamie akan lebih digenjot terutama setelah masa preorder. Dia bilang "Secara presentase, setelah masa pre-order jualannya akan lebih ke offline. Tapi, untuk pre-order lumayan online dan offline sekitar 50:50.
Inovasi yang berguna
Belajar dari kurangnya respon pasar terhadap ponsel modular G5, Jamie menyebutkan bahwa saat ini G6 menghadirkan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
"Mereka sepertinya kurang tertarik dengan konsep modular dan untuk membeli aksesorisnya," jelas Head of LG Mobile Communications Indonesia Hee Hyun Jang.
"Makanya untuk G6 kita jelaskan tadi ada innovation ama consumer value. Kalau terlalu inovasi tapi ngga dipake kan dilema. Kalau inovation ga digunakan percuma," tambah Jamie.
LG G6 (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari) |
Terkait TKDN, LG G6 sudah memenuhi aturan TKDN 30 persen. Untuk tambahan konten lokal, LG bekerjasama dengan Indostore. Sementara untuk mitra perakitan, LG menggandeng PT. Adi Reka Mandiri (ARM) yang berlokasi di Cikarang.
LG G6 (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)