Facebook telah mengumumkan bahwa mereka kini tengah mengembangkan teknologi pemindai otak. Pemindai ini di masa depan akan bisa menuliskan 100 kata per menit yang dipikirkan otak pemakainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kemampuan Facebook untuk bertatapan langsung dengan otak manusia masih sangat lama di masa depan, Dugan dan timnya percaya bahwa teknologi ini berpotensi memiliki dampak yang sangat besar baik di bisnis Facebook maupun masyarakat secara keseluruhan.
Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer menyampaikan usaha Building 8 dalam perbincangan terpisah. Dia mengaku bahwa tujuan laboratorium ini tidaklah mudah yang sembarangan dan tidak menghasilkan apapun. Kini, tujuan yang paling menekan adalah mengerjakan prototipe dalam 18 bulan untuk sensor otak yang tidak berbahaya.
Sensor ini harus mampu mengeluarkan isi otak ke dalam tulisan dengan kecepatan 100 kata per menit. Setelah itu, Building 8 harus beranjak ke misi selanjutnya untuk menemukan cara memproduksinya secara massal dan untuk menjual sensor tersebut.
Kendati demikian, mengembangkan produk hardware pemindai otak bukanlah masalah sepele. Dengan Building 8, Dugan dan Facebook mencuri start dari divisi X "moonshot" Alfabet, yang dikenal mengembangkan produk futuristik jarak jauh dalam kerangka waktu tetap sebelum mematikannya atau memintanya menjadi bisnis mandiri.
Proyek Building 8 juga memiliki tenggat waktu dua tahun untuk ditentukan apakah akan berhasil digiring dari tahap prototipe ke konsumen atau tidak sama sekali. Schroepfer mengatakan, setiap produk yang keluar dari Building 8 harus sejajar dengan misi Facebook yang lebih luas untuk menghubungkan dunia.
Sementara itu, Dugan yang merupakan mantan ketua grup proyek Google yang bergabung dengan Facebook sejak 2016 juga menuturkan bahwa perusahaan yang dibangun Mark Zuckerberg ini berencana membentuk etik dan panel legal melalui kerjasama Building 8 dengan universitas untuk menguji implikasi privasi dan kesehatan dari pemindaian otak ini.
“Ini masih sangat awal,” ujar Mark Chevillet, peneliti sistem saraf yang berada di tim Dugan sejak tahun lalu. “Kami berharap ada perubahan besar di masa depan kita.”