Roberto Romeo, seorang pria Italia, mengalami tumor otak akibat terlalu lama menggunakan ponsel. Pengalaman Romeo itu lantas membawanya ke pengadilan untuk menggugat dampak buruk ponsel bagi manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romeo mulai mendeteksi ada yang tak beres ketika ia merasa kupingnya kanannya terhalangi sesuatu. Usai melakukan diagnosa pada 2010, barulah diketahui bahwa ia mengidap tumor.
Keputusan pengadilan di Ivrea, Turin itu, merupakan keputusan hukum pertama di dunia yang mengakui dampak negatif ponsel bagi kesehatan manusia.
"Pertama kalinya di dunia, sebuah pengadilan mengaku ada hubungan kausal antara penggunaan berlebih ponsel dan tumor otak," kata pengacara Romeo, Stefano Bertone dan Renato Ambrosio.
Sebagai ganti kerusakan organ tubuhnya tadi, pengadilan mengharuskan negara memberi kompensasi biaya perawatan sebesar 500 euro per bulan.
Kendati senang gugatannya dikabuli, Romeo mengaku tak ingin menjelek-jelekkan reputasi ponsel terkait kesehatan. Ia hanya bermaksud orang lain lebih sadar akan potensi risiko yang ditimbulkan oleh ponsel.
Sebelumnya pada 2015 silam di California, Amerika Serikat, sudah ada peraturan yang mengharuskan gerai ponsel menerbitkan informasi kepada pelanggan soal jumlah radiasi yang terpancar dari sebuah ponsel.
Mundur ke belakang tepatnya pada 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa radiasi lemah dari ponsel tergolong sebagai karsinogenik atau penyebab kanker.