Menanggapi berita ini, Uber menuturkan kepada TechCrunch bahwa pelacakan lokasi pengguna adalah praktek yang umum dilakukan di industri. Uber berkilah hal tersebut dilakukannya untuk mencegah kecurangan pengemudi dan kompromi akun.
Hal ini diakui Uber dilakukan salah satunya di Cina. Pengemudi disana, menurut Uber, melakukan kecurangan dengan mendaftarkan beberapa akun sekaligus. Pendaftaran akun dilakukan pada iPhone curian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple memang sempat memperbolehkan developer untuk melakukan pelacakan pengguna lewat UDID (Unique Device Identifier). Namun, belakangan Apple makin memerhatikan privasi pengguna. Hingga akhirnya Apple tidak memberlakukan lagi UDID pada 2013. Pelacakan UDID digantikan dengan pelacakan cara lain yang dirancang tidak terlalu mengganggu.
Fungsi ini digunakan untuk mematikan fitur pelacakan miliknya ketika aplikasi digunakan di area tertentu. Area tertentu yang ditetapkan Uber ini adalah kantor pusat Apple di Cupertino. Sehingga ketika insiyur Apple memeriksa aplikasi tersebut disana, kode ini tidak terlacak.
Namun, salah seorang insinyur Apple yang berada di kantor lain menyadari trik ini. Hal ini diungkap New York Times sebagaimana dikonfirmasi oleh TechCrunch.
Hal inilah yang kemudian mendorong pertemuan Cook dengan Kalanick di kantornya pada awal 2015. Dalam pertemuan tersebut Cook menghardik Kalanick dan mengancam mengeluarkan Uber dari toko aplikasinya.
Ancaman ini berhasil menciutkan nyali Kalanick dan menuruti aturan privasi Apple. Meski demikian, Uber mengungkapkan bahwa pihaknya masih menggunakan pemindai sidik jari untuk mendeteksi perilaku curang. Namun kali ini Uber menggunakan fungsi ini dan menyesuaikannya dengan aturan baru Apple.
Pemindai sidik jadi digunakan untuk mencegah kecurangan pengguna yang memuat Uber ulewat ponsel curian, memasukkan kartu kredit curian, membuat perjalan mahal kemudian menghapus data ponsel berulang-ulang.
"Teknik yang sama juga digunakan untuk mendeteksi dan mengeblok login mencurigakan untuk melindungi akun pengguna. Mampu mengenali penjahat ketika mereka mencoba kembali ke jaringan kami adalah pengukuran keamanan yang sangat penting bagi Uber dan pengguna kami," jelas juru bicara Uber tersebut.