Nah, Grab sepertinya salah satu yang serius dengan lini bisnis pembayaran elektronik mereka. November lalu, Grab baru saja mengangkat Jason Thompson sebagai Head of Grabpay. Lalu, awal bulan ini, Grab baru saja mengakuisisi Kudo. Sebuah langkah yang mungkin membuat kita bertanya-tanya. Apa yang hendak dilakukan oleh perusahaan transportasi ini dengan Kudo (Kios Dagang Online) yang bergerak di bidang e-commerce ini.
Dalam perbincangan di Kudoplex 2, Head of Grabpay, Jason Thompson memberi paparan mengenai situasi platform pembayaran di Indonesia saat ini. Menurutnya tak ada pemain besar di Asia Tenggara saat ini terkait pemain pembayaran elektronik. Namun, ia optimis akan ada pertumbuhan pesat dalam industri pembayaran elektronik dalam 18-24 bulan ke depan. Ia pun optimis Grabpay akan jadi bagian dari pertumbuhan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor pendukung lainnya adalah faktor kerjasama yang dimiliki Grab. Ternyata pembelian Kudo memiliki peran penting dalam rencana pengembangan Grabpay. "Kudo membuat kami bergerak dari 9 kota di Indonesia menjadi nasional. Ini berbeda dari pemain payment lainnya. Belum ada yang melakukannya," terang Thompson lagi.
Optimisme dan ambisi Grabpay untuk menjadi pemimpin dompet elektronik di Asia Tenggara juga tampak dari perkiraan bisnis yang mereka lakukan. "Pengguna aktif Grabpay akan berlipat ganda dalam 8 minggu ke depan. Berlipat ganda lagi dalam 10 minggu selanjutnya. Hingga berlipat ganda di akhir tahun ini. Trajectory kami sangat kuat. Ini akan jadi perjalanan yang paling mengguncang dalam perjalanan karir saya. Persaingannya akan sangat ketat," terang Thompson bersemangat.