Dilansir dari The Guardian, dua perusahaan raksasa ini ditipu oleh seorang pria Lithuania dengan meminta perusahaan mengirim uang lebih dari US$100 juta.
Pria bernama Evaldas Rimasauskas ini ditangkap dengan tuduhan penipuan, pencucian uang dan pencurian identitas untuk meniru Quanta Computer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google juga menuliskan,"Sudah terdeteksi ada penipuan terhadap tim manajemen vendor kami dan kami segera memberi tahu otoritas terkait. Kami memperoleh kembali uang tersebut dan kami senang masalah ini terselesaikan."
Kasus ini menunjukkan isu penipuan berbasis daring dan phishing (menipu dengan memancing korban memberi informasi personal seperti kata sandi dan kartu kredit), adalah sebuah isu serius.
Kini teknik penipuan semakin canggih. Kantor Audit Nasional pada Desember memperingatkan bahwa begara sekelas Inggris pun masih 'miskin' persiapan untuk mengantisipasi penipuan berbasis daring.
Imbasnya, konsumen di Inggris terbebani setidaknya 14,8 miliar poundsterling atau sekitar Rp254 triliun akibat tindakan kriminal yang tidak dilaporkan seperti penipuan pemasaran dan pemalsuan barang.
Dari kasus ini, konsumen sebaiknya melakukan pengecekan ulang ketika ada permintaan informasi personal atau yang berkaitan dengan uang. Jika Google dan Facebook saja pernah menjadi korban penipuan, bukan hal yang mustahil pengguna biasa bisa tertipu juga.