"Varian seri Redditch ini akan memberikan pilihan baru yang lebih atraktif bagi para penyuka model classic," kata Managing Director Distributor Motor Indonesia selaku penyalur resmi Royal Enfield, Ade Sulistioputra di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).
Sebenarnya, Reddict sendiri bukanlah armada baru dari Royal Enfield dan pertama meluncur pada 2008, berdasarkan model populer J2. Dan kali ini yang diperkenalkan ialah Reddict dengan varian warna terbaru, tidak ada ubahan dari segi tampilan maupun mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor lantas diadopsi oleh angkatan bersenjata Inggris, khsusnya pasukan terjun payung. Walau hadir di era milenium, motor tetap mempertahankan gaya klasik khas Inggris.
Classic 350 didukung oleh mesin konstrukso unit (UCE) 350 cc Royal Enfield, penahan lumpur di bagiam depan dan belakang, casing lampu, tangki bensin, kotak peralatan oval, exhaust fin, speedometer dials, the single seat spring saddle, tail light assembly dan headlamp cap.
Menurut Ade, seluruh perangkat tersebut telah sesuai dengan gambaran asli motor Inggris di masa paska Perang Dunia II. Royal Enfield Reddicth Classic 350 saat ini sudah bisa dipesan seharga Rp72,9 juta.
"Ini akan memberikan pilihan baru yang lebih atraktif, melihat dari segi kekuatan, daya tahan, efisiensi bahan bakar, ketahanan serta karakter desain khas motor paska perang dunia," kata Ade.
Selain meluncurkan seri Redditch, pada IIMS 2017 Royal Enfield juga menampilkan jejeran model andalan lainnya seperti Classic 500, Bullet 350, Bullet 500, dan Continental GT. (pit)