Laporan dari The Independent menyebutkan untuk beberapa saat WhatsApp tak bisa digunakan sama sekali. Selain tak bisa mengirim dan menerima pesan, pengguna yang tak bisa masuk ke akun mereka masing-masing.
Bahkan untuk memuat percakapan aplikasi itu sendiri, waktu loading sangat lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti lumpuhnya WhatsApp ini bisa dilihat dari situs Down Detector. Down Detector mencatat gangguan pada WhatsApp terjadi sejak Rabu, pukul 16.10 EDT atau sekitar Kamis, pukul 03.00 WIB. Pada peta yang mereka rilis, nampak wilayah-wilayah yang tak bisa mengakses WhatsApp dengan intensitas yang berbeda.
Melihat peta tersebut, wilayah sekitar Jakarta turut kena imbas meski dengan intensitas yang biasa saja. Sementara di kawasan Asia Tenggara, Singapura dan Filipina mengalami masalah yang sama. Namun dalam peta Down Detector, intensitas WhatsApp lumpuh di Singapura jauh lebih hebat dibanding Jakarta atau Filipina.
Namun jika menengok jumlah laporan di Down Detector, layanan WhatsApp berangsur-angsur pulih kembali di beberapa tempat.
Matinya layanan WhatsApp juga pernah terjadi sebelumnya seperti pada malam Tahun Baru 2015. Kendati demikian, layanan WhatsApp tergolong jarang bermasalah jika dibandingkan aplikasi populer lainnya.
Gangguan pada layanan WhatsApp merupakan kabar buruk bagi penggunanya. Pasalnya aplikasi yang bernaung di bawah grup Facebook ini memiliki 1,2 miliar pengguna aktif setiap bulan di seluruh dunia.