Data yang dipublikasikan Strategy Analytics juga menerjemahkan bahwa Apple kini mendapat 15,9 persen pangsa pasar di seluruh dunia. Rival terdekat perusahaan Cupertino itu adalah Xiaomi dengan jumlah pengapalan perangkat wearable 3,4 juta unit.
Prediksi 3,5 juta perangkat yang dikirim Apple ini telah naik dari perkiraan awal 2,2 juta pengiriman Apple Watch di kuartal yang sama tahun lalu. Seiring dengan peningkatan jumlah pengiriman Apple Watch, pengiriman Fitbit telah turun tajam dari sekitar 4,5 juta unit di Q1 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penjualan iPhone Terjun Bebas di Q2 2017 |
Pada kuartal yang sama tahun lalu, pangsa pasar Xiaomi berada di 20,9 persen, sementara Apple berada di 12,1 persen. Sementara itu, Fitbit turun dari 24,7 persen pada Q1 2016 menjadi 13,2 persen pada Q1 2017.
"Fitbit mengapalkan 2,9 juta wearable di seluruh dunia pada Q1 2017, turun 36 persen per tahun dari 4,5 juta di Q1 2016. Mereka telah kehilangan kepemimpinannya yang kini beralih ke Apple, karena perlambatan permintaan akan fitnessband dan baru masuk ke pasar jam tangan pintar. Pengapalan, pendapatan, harga dan keuntungan Fitbit semuanya menyusut saat ini dan perusahaan memiliki pertarungan besar untuk pulih tahun ini," demikian pernyataan Cliff Raskind, Direktur Strategy Analytics.
Lihat juga:CEO Apple Dikritik Mantan Karyawan |
Kendati demikian, patut dicatat bahwa pendapatan Apple dari "Produk Lain" mencapai US$2,87 miliar selama kuartal kedua tahun 2017 menurut laporan pendapatan Apple yang baru dirilis. Pendapatan tersebut naik dari US$2,19 pada kuartal yang sama tahun lalu.
Menurut CEO Apple Tim Cook, penjualan Apple Watch hampir dua kali lipat dari tahun ke tahun. "Gabungan pendapatan Apple Watch, AirPods, dan Beats serta pendapatan kami dari produk wearable dalam empat kuartal terakhir seukuran dengan perusahaan Fortune 500," kata Cook.
Bussiness Insider menerjemahkan bahwa kini bisnis wearable paling tidak berukuran US$5,1 miliar.
"Jadi Cook mengatakan bahwa pendapatan tahunan gabungan dari produknya yang 'dapat dipakai' setidaknya bernilai US$5 miliar. Kemudian dia menekankan bahwa selama 12 bulan terakhir, produk gabungan ini 'masuk ke Fortune 500' menunjukkan bahwa bisnis tersebut bisa lebih besar dari asumsi dasar US$5 miliar," tulis Julie Bort dari Business Insider.