Bank Mandiri Persero Tbk mengakui sistem perbankan dalam jaringan Mandiri Online yang sempat dihentikan akhir pekan lalu, sudah berjalan normal kembali, dan kekeliruan jumlah saldo nasabah telah dikoreksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat hal itu, terjadi perbedaan jumlah saldo tabungan milik nasabah yang tercatat di Mandiri Online.
"Dalam monitoring, kami menemukan adanya sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan terhadap sistem, dan penyesuaian itu telah selesai," ujar dia.
Menurut Rohan, karena kekeliruan sistem tersebut, terdapat kesalahan data terhadap 97 nasabah.
"Kekeliruan itu telah kami koreksi kembali dan tuntas," ujar Rohan.
Karena Mandiri Online" yang masih bersifat "soft launching", maka Rohan mengatakan nasabah masih tetap dapat menggunakan perbankan daring Mandiri lainnya seperti layanan "Mandiri Mobile", "Internet Banking" ataupun "SMS Banking".
"Layanan tersebut selama ini telah menjadi bagian hidup bagi 14 juta pemegang rekening Bank Mandiri untuk melakukan transaksi," ujarnya.
Mandiri Online merupakan layanan perbankan daring dari Mandiri yang menggabungkan Mandiri Mobile Banking dengan Internet Banking.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, menyebutkan pihaknya sedang menindaklanjuti permasalahan kendala teknis "Mandiri Online" yang merupakan layanan perbankan dalam jaringan (daring) Bank Mandiri.
"Kami sudah meminta laporan secara lengkap kepada Bank Mandiri. Akan kami tindak lanjuti dan teliti bersama antara Mandiri dan BI," kata Sugeng di gedung BI Institute, Jakarta.
Ia mengatakan pihaknya masih akan mencari permasalahan yang menjadi faktor penyebab terjadinya kendala teknis "Mandiri Online".