FJB Kaskus seakan menyerah menghadapi persaingan ketat di ranah e-commerce. Seakan tak peduli, mereka tak memasang iklan maupun upaya pemasaran lainnya.
Terkait soal ini, pendiri Kaskus Andrew Darwis punya jawabannya. Andrew membeberkan penyebab dari semua kesan di atas adalah orientasi bisnis Kaskus tidak diarahkan menjadi e-commerce.
Kaskus yang kini tergabung dalam grup GDP Ventures, perusahaan ventura di bawah naungan Grup Djarum, digariskan berfokus di bidang komunitas. Sementara Blibli yang satu grup dengan Kaskus di GDP menjadi ujung tombak di bidang e-commerce.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita untuk biaya di situ (pemasaran FJB) agak jaga-jaga sih, jadi memang tidak difokuskan ke sana," ujar Andrew saat ditemui di Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2017 di BSD, Banten, Selasa (9/5).
"Dibilang perkembangannya menurun, memang menurun. Tapi pengguna baru pun meningkat walaupun kalau dibandingkan dengan yang lain ya tetap lebih kecil," ucap pria yang akrab disapa penghuni Kaskus dengan sebutan Mimin ini.
Andrew pun masih tetap optimis FJB Kaskus masih bisa bertahan menghadapi himpitan persaingan pasar e-commerce dalam negeri.
Dengan status Kaskus sebagai forum komunitas, Andrew menyatakan saat ini mereka sedang fokus bersih-bersih forum dari konten hoax. Untuk mengatasinya, Kaskus memakai sistem pelaporan konten hoax oleh pengguna yang ditindaklanjuti oleh moderator forum.