Menkominfo Rudiantara menegaskan bahwa pelelangan ini akan berfokus pada peningkatan mutu layanan, bukannya coverage sehingga pihaknya akan mengutamakan kebutuhan operator di kota-kota yang penggunanya 'tercekik' akibat traffic yang terlalu sibuk dan ramai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati kini ada 10 kota yang tercekik, Rudiantara memastikan bahwa kedua spektrum akan tetap dilelang pada waktu yang bersamaan. Peraturan Menteri mengenai prosedur akan dikeluarkan pada akhir Mei 2017, yang sudah mundur beberapa kali sejak awal tahun.
Selain itu, Rudiantara juga kembali menegaskan bahwa pelelangan tidak akan dibuka untuk operator baru. Namun, jika ada operator asing yang berminat untuk berinvestasi maka pemerintah memberikan kesempatan. Ini berkaitan dengan rumor yang mengatakan bahwa salah satu operator Vietnam berniat memasuki Indonesia.
"Kita tidak buka peluang itu (operator baru). Kita ini tidak akan selesai-selesai membangun industri dengan ekosistem yang sustainable dan efisien karena skala ekonominya tidak ada," demikian tanggapan Rudi.
Lebih lanjut Rudi juga menuturkan visinya bahwa idealnya dalam dua tahun mendatang operator di Indonesia hanya akan tersisa 3-4 operator saja. Meski tidak bisa memaksakan industri, pihaknya terus meminta konsolidasi agar masyarakat dan operator sama-sama diuntungkan.
Rumor mengenai adanya operator baru ke Indonesia sebagaimana dilaporkan Vietnamnet. Operator Viettel bermaksud untuk mengembangkan bisnis di tanah air karena tertarik dengan potensi besarnya. Viettel sendiri telah menggelar jaringan 4G LTE pada 18 April lalu dan mengklaim telah merangkul 95 persen populasi Vietnam.
Selain Indonesia, Viettel Global telah menjangkau Laos, Kamboja, Timor Timur, Kamerun, Haiti, Peru, dan Tanzania. Perusahaan juga berniat menjangkau Indonesia, Myanmar dan Nigeria dalam tahun-tahun ke depan.