Bahkan, untuk uji coba yang akan dilakukan pada jalan umum Korea Selatan telah memperoleh izin dari pemerintah setempat, melalui Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi. Izin tersebut memungkinkan Samsung menjajal teknologi otonom miliknya dikehidupan nyata.
Dalam pemberitaannya, Motor1 menyebutkan dari sumber berbeda, Samsung menggunakan Hyundai dalam rangka menguji kamera, radar, sensor hingga modul komputer. Menyerupai perangkat yang digunakan kepada mobil otonom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil self-driving menyerukan kolaborasi berbagai teknologi terdepan dari sektor mobil, intelijen buatan, dan komunikasi informasi," kata perwakilan kementerian tersebut.
Sedangkan, untuk keseriusan Samsung dalam pengembangan teknologi otonom terlihat dari akuisisi yang dilakukan kepada Harman International Industri senilai $8 miliyar. Nilai tersebut merupakan jumlah terbesar sejauh ini.
Dengan demikian Samsung otomatis dapat memperoleh teknologi infotaiment milik Harman, seperti JBL, Revel, Lexicon, AKG dan Mark Levinson. Produk menarik pertama paska akuisisi, dapat terlihat dari tampilan headphone Navdy, yang terhubung ke smartphone pengemudi.
Selain teknologi infotainment otonom dan in-car, Samsung juga mengerjakan teknologi EV dan baru-baru ini mengenalkan baterai lithium ion terbarunya. Baterai tersedia untuk mobil pada akhir dekade dan menawarkan jangkauan 373 mil (600 kilometer). (pit)