Munir Syahda Prabowo, Vice President Network Smartfren, menyebut kemungkinan mereka terjun sebagai pemain utama di dunia e-commerce sangat kecil. Namun menurutnya hal itu tak berarti mereka tak ikut sama sekali dalam industri e-commerce.
Alih-alih mendirikan perusahaan e-commerce, Smartfren bermaksud mengambil keuntungan di sana dengan menyediakan sistem pendukung operasional e-commerce.
"Untuk jaringannya kita siapkan untuk segala platform yang sifatnya mendukung," ujar Munir di Jakarta, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain yang diberikan Munir adalah perlu kerja ekstra untuk terjun langsung sebagai pemain utama di industri e-commerce. Dan lagi-lagi ia mengungkapkan anak perusahaan Sinar Mas ini tidak akan ikut karena fokus mereka akan terpecah.
Geliat industri e-commerce memang menggoda sejumlah operator telekomunikasi untuk ikut ambil bagian. XL Axiata misalnya bersama SK Planet, perusahaan e-commerce asal Korea Selatan, mendirikan marketplace di Indonesia bernama Elevenia sejak 2013 lalu.
Potensi yang begitu besar dari industri e-commerce adalah potensi keuntungan bagi operator seluler. Merespon potensi itu, pemerintah pun memberikan sejumlah stimulus untuk industri ini agar target US$130 miliar tercapai pada 2020 nanti.