Namun demikian, dia mengkonfirmasi kabar yang mengatakan ada beberapa rumah sakit di DKI Jakarta yang terkena serangan ransomware WannaCry. Menurut dia hanya ada satu rumah sakit yang diserang, yaitu RS Dharmais di Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rudi kasus-kasus kecil sebenarnya terjadi di luar Jawa, seperti melanda beberapa PC di samsat dan perusahaan-perusahaan. Jumlah PC yang terkena serangan pun tak banyak, setidaknya hanya 10 PC di beberapa perusahaan saja yang menjadi korban.
Analisa Rudi, petugas lupa karena menghadapi libur panjang dan tak sempat mematikan komputernya atau memang sistem operasi yang sudah lama tak diperbaharui.
"Biasanya malware itu berupa attachment di surat elektronik, tapi ini luar biasa canggih. Jadi tanpa harus melalui attachment dan hanya dengan jaringan data dia bisa terhubung dan jadi virus," katanya.
"Jadi virus ini tak merusak data tapi meng-enkripsi data sehingga tak dapat dibaca,” tandas Rudiantara.