"Dari perspektif kekinian, kami tidak akan lagi mengembangkan mesin diesel," kata CEO Volvo Hakan Samuelsson, dikutip automotivenews.com, Rabu (17/5).
Bagaimanapun, hal itu sudah dipastikan oleh Volvo bahwa pabrikannya akan menghentikan pengembangan mesin diesel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti pabrikan otomotif lain, Volvo lebih tertarik untuk berinvestasi pada kendaraan listrik dan hybrid, dan akan mengeluarkan kendaraan listrik secara penuh di pasaran pada 2019.
"Kami sangat paham apa yang dilakukan Tesla. Mereka telah mengatur semuanya dan menjadi pemain utama. Namun masih banyak area yang bisa kami isi, mulai dari kualitas dan desain yang atraktif."
Rata-rata batasan emisi karbon dioksida yang diterapkan oleh pabrikan di Uni Eropa berkisar antara 130 gram per kilometer dan akan segera diterapkan 95 gram per kilometer di 2021.
Kendaraan diesel untuk segala jenis, rata-rata memiliki gas buang 50 persen lebih besar dari mobil bensin di Eropa, sehingga bisa jadi hal ini jadi awal kepunahan mesin diesel yang terbilang sangat cepat. (pit)