Dibandingkan dengan Indonesia, yang kini menargetkan penjualan 1,1 juta unit mobil pada 2017, India menargetkan nyaris tiga kali lipatnya.
Terakhir, diketahui Kia Motors menjadi salah satu perusahaan yang mencoba peruntungan di negara tersebut setelah mengumumkan pembenaman investasi sebesar $1,1 miliar. Investasi akan berupa sebuah pabrik manufaktur di kawasan Andhra Pradesh, India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan memungkinkan kami untuk menjual mobil di pasar terbesar kelima di dunia," kata Presiden Kia Motors Han-Woo Park dalam sebuah pernyataan kepada CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, India kini telah dianggap memiliki potensi sebagai pembangkit untuk menarik para produsen mobil ke negaranya. Pakar industri memprediksi negara di kawasan Asia Selatan akan menjadi pasar mobil terbesar ketiga di dunia pada 2020.
Sebelum Kia, Volkswagen mengumumkan aliansinya bersama Tata Motors di India. Begitu-pun Toyota memilih bekerjasama dengan kompetitor satu negara, Suzuki dalam pengembangan teknologi terbaru di India.
Selain itu produsen asal Prancis, Peugeot dan Citroen memilih kembali ke India paska absen lebih kurang dua dekade. Perusahaan induk mereka mengumumkan investasi yang dibenamkan senilai $107 juta pada Januari 2017, termasuk bersama Tesla.
Sementara, SAIC Motor dengan basis di Shanghai memiliki tujuan menjadi produsen otomotif China pertama yang menjuial mobil di India.
Kia sendiri ialah bagian dari kelompok Hyundai, yang merupakan produsen mobil terbesar kedua di India dengan pasar sebesar 20 persen. (pit)