Pabrik akan memiliki fasilitas perakitan lengkap, yang mana model Harley Davidson dibangun menggunakan suku cadang langsung dari pusatnya di Amerika Serikat. Pabrik Thailand dianggap tidak akan menggangu pusat, mengingat fasilitas kali ini ialah upaya mendukung penjualan di China dan Asia Tenggara.
Mereka telah tampil dalam beberapa tahun terakhir terkait keinginan membuat akun baru dalam skala internasional. Harapannya, mendorong agar lebih banyak orang menjadi pengendara motor besar Harley.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, hampir keseluruhan motor diekspor dari Amerika Serikat ke Eropa dan Asia. Namun, beberapa pasar memiliki tarif terbilang tinggi, sehingga membuat tidak terjangkau kekebanyakan pelanggan. Misalnya Thailand, memilki pajak 60 persen untuk sepeda motor impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pabrik Harley Davidson di Amerika Serikat berjumlah lima. Selain itu terdapat juga pabrik perakitan didua negara lain, diantaranya India dan Brazil. Fasilitas di India, sebuah negara mengenakan pajak 100 persen untuk sepeda motor impor dan resmi dibuka pada 2011.
Sementara, di lain pihak ada yang tidak menyetujui mengenai pembangunan pabrik Harley Davidson di Thailand. United Steelworkers Union, mewakili pekerja di pabrik Wisconsin dan Missouri, Amerika telah meminta produsen membatalkan rencananya untuk membangun di Thailand.
"Keputusan ini menempatkan salah satu dari sedikit merek A.S. asli yang tersisa," kata mereka dalam sebuah pernyataan. "Harley-Davidson telah menjadi permata mahkota manufaktur Amerika. Ini adalah merek ikonik yang mewakili semangat Amerika sejati. Keputusan manajemen untuk produksi lepas adalah tamparan dalam menghadapi pekerja Amerika dan ratusan ribu pembalap Harley di seluruh negeri,"
Dengan asumsi Harley mengikuti hal itu tentu tidak akan menjadi merek ikonik pertama yang mendirikan toko di Thailand. Sebelumnya, Triumph mendirikan di sana beberapa tahun lalu, dan sebagian besar armadanga diproduksi di Thailand. (pit)