Dari aturan yang ada saat ini, Ketut mengatakan belum ada poin yang menyebut batas waktu promo. Sehingga menurutnya operator bisa dengan cerdik memanfaatkan celah itu untuk membanting tarif sepanjang tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rencana peraturan baru itu, Ketut meilai regulator tak akan melihat produk mana saja yang diberlakukan promo. Pemerintah menitikberatkan pada berapa lama waktu promo yang boleh berlaku dalam satu tahun oleh satu operator.
"Kalau saya rasa setelah interkoneksi clear," imbuh Ketut.
Rencana pemerintah itu disambut baik oleh Wakil Presiden Hutchison Tri Indonesia Danny Buldansyah.
"Makanya tadi bagus juga kalau aturan promo akan diatur, misalnya jangka waktu berapa lama, boleh tiga bulan dalam setahun misalnya," ujar Danny.
Banting tarif yang kelewat murah ditakutkan menjadi simalakama bagi operator seluler. Sebab operator harus rela menahan tarif di biaya semurah mungkin untuk memperoleh pelanggan.
Di sisi lain, promo tarif berkepanjangan menurut pemerintah bisa merugikan operator itu sendiri. Terlebih bila seluruh pemain di industri terlibat perang tarif.