Pendiri Grab Tan Hooi Ling mengakui bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan masalah unik. Negara ini bagi dia telah mengajarkan Grab mengenai banyak hal, termasuk belajar dari kompetitor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi apapun yang kami pelajari dari Indonesia kami aplikasikan ke Vietnam, begitu juga sebaliknya dan negara lain. Ini adalah jaringan belajar konstan yang berkelanjutan. Jadi semakin cepat kami belajar, seberapa cepat kami menghadapi masalah," sambung dia.
Grab Indonesia mengumumkan telah mengakuisisi Kudo pada April 2017. Namun tak hanya sekedar melahap Kudo, perusahaan yang dipimpin Anthony Tan tersebut juga berniat belajar dari platform pengusaha tersebut.
Hooi Ling mengatakan Kudo sangat spesial bagi Grab karena beberapa alasan. Yang pertama adalah karena dalam pertemanan, sistem dan strategi keduanya punya banyak hal yang bisa dipelajari dari masing-masing.
"Mereka ingin belajar bagaimana kami menangani skala yang sangat besar. Kami ingin belajar bagaimana menggunakan sistem untuk menumbuhkan bisnis kami. 400 ribu agen di Indonesia lebih dari 55 kota," terang dia.
Hooi Ling kemudian mengatakan bahwa dari Kudo mereka menemukan Grab untuk memikirkan model bisnis yg sama sekali baru. Dengan mempelajari hal tersebut, Grab juga melihat sistem agen untuk mengatasi masalah lebih cepat dengan teknologi.
Sementara itu, Kudo sendiri mempelajari teknologi dan sistem dari Grab. "Mereka juga belajar agar solusi yang mereka tawarkan relevan bagi masyarakat pedesaan juga," tutupnya.