logo CNN Indonesia

Uji Produk

VIDEO: Lenovo Yoga Book Android, Optimal Untuk Berilustrasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Lenovo Yoga Book bisa dibilang menjadi salah satu pilihan tablet yang menarik. Baik dari sisi tampilan maupun fungsi yang ditawarkan. Tablet ini tersedia dalam dua pilihan sistem operasi, Android dan Windows.

Kali ini, CNNIndonesia.com mengulas Lenovo Yoga Book versi Android. Untuk versi Android, tablet ini tersedia pilihan WiFi dan berkartu SIM. Untuk versi WiFi memiliki kode Lenovo YB1-X90F, sementara perangkat dengan kartu SIM berkode YB1-X90L.

Pada tablet yang hanya terhubung dengan WiFi, slot kartu SIM hanya berupa plat logam. Slot ini bersebelahan dengan slot kartu microSD. Slot SIM yang digunakan pada perangkat ini bertipe nano. Sementara microSD mendukung hingga 128GB.

Bodi 

Dari segi tampilan, tablet ini memang menawan. Rancangannya tipis, berbalut sampul metal, dan sengaja dibuat seperti laptop. Satu sisi terdapat layar dan sisi lainnya disematkan kibor. Keduanya dihubungkan dengan engsel yang bisa berputar 360 derajat. 

Engsel ini adalah khas seri Yoga. Dengan demikian, tablet tetap bisa fleksibel untuk disesuaikan bentuknya sesuai kebutuhan pengguna. Bisa digunakan dalam mode tablet jika kibor diputar ke balik layar, mode tenda, atau mode laptop. 

Sayang saat digunakan, engsel ini kurang kuat menahan guncangan. Sehingga, ketika Yoga Book digunakan mengetik di kendaraan, layar agar bergoyang. Begitu juga ketika tangan menyentuh layar, engsel akan sedikit terdorong sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, hal ini tidak masalah ketika tablet diubah ke model tent.

Keuntungan lain, pengguna bisa lebih produktif karena perangkat sudah disertakan dengan kibor. Selain itu, pengguna tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk itu.

Ukuran tablet ini nyaris seukuran buku tulis, dengan dimensi 256 mm x 17 mm. Saat dilipat, tebalnya tak sampai 1 cm (0,98 cm). Berat perangkat ini pun tak sampai 1 kg (0,68 kg). Bahkan lebih ringan dari iPad Air sekalipun (sekitar 0,9 kg).

Saat dibawa, tablet ini juga menyenangkan karena ukurannya yang tipis dan tidak memakan tempat. Karena tabet ini sudah dilengkapi keyboard, membuat Yoga Book bisa digunakan sebagai pengganti laptop untuk mereka yang bisa menggantikan aplikasi kerja dengan aplikasi yang tersedia di Android.

Misal, untuk pekerjaan ketik-mengetik ringan. Sebab tablet ini Selain itu, beratnya yang sekitar 0,7 kg masih lebih baik daripada membawa laptop yang rata-rata diatas 1 kg.

Papan ketik unik

Hal menarik lainnya terletak pada panel kibor Yoga Book. Sebab, panel ini tak berisi tombol fisik. Melainkan diganti dengan panel sentuh.

Panel sentuh ini yang dinamakan Halo Keyboard ini dapat menyala dan menampilkan deretan layaknya kibor pada umumnya. Selain itu, memudahkan juga penggunaan kibor saat kondisi kurang cahaya.

Dengan Halo Keyboard, pengalaman mengetik juga lebih menyenangkan, karena layar tidak habis dengan kibor virtual. Pengalaman mengetik juga mirip dengan menggunakan laptop. Respon kibor pun cukup baik terhadap ketukan jari yang bergerak cepat sekalipun.

Namun, bagi yang terbiasa mengetik di atas kibor mekanik, mungkin akan sedikit terasa canggung. Namun, semakin lama pengguna akan semakin terbiasa. Sama halnya dengan transisi dari ponsel berkibor fisik yang beralih ke ponsel berlayar sentuh.

Selain digunakan untuk menampilkan kibor virtual, papan ini juga bisa menjadi alas untuk menggambar menggunakan stylus bawaan Yoga Book. Fungsi ini dinamakan CreatePad.

CreatePad ini adalah salah satu kelebihan Yoga Book dari tablet lain. Sebab CreatePad memberi keleluasaan bagi pengguna yang membuat ilustrasi atau ingin menulis tangan.

CreatePad bukan satu-satunya cara untuk menggambar dan menulis di Yoga Book. Pengguna juga bisa menulis dan menggambar di kertas biasa yang ditempatkan diatas kibor Yoga Book. Tapi, tetap harus menggunakan stylus bawaan Yoga Book.



Stylus bawaan yang dinamakan RealPen itu bisa disematkan dibagian samping bodi tablet dengan magnet. Sayang, jika ditaruh seperti ini, RealPen mudah lepas.

Opsi lain adalah langsung menulis dan menggambar diatas layar Yoga Book dengan mengaktifkan fungsi AnyPen di Setting Android. Ini adalah fitur khas Lenovo. Dengan fitur ini, pengguna tak mesti menggambar atau menulis dengan stylus bawaan. Hampir semua benda konduktor bisa digunakan untuk menggores, bahkan dengan ujung kuku sekalipun.

Baik layar maupun CreatePad, keduanya sudah mendukung fitur palm rejection. Sehingga layar dan CreatePad tetap sensitif terhadap goresan sekalipun tangan pengguna menempel diatasnya.

Untuk kebutuhan menggambar, CNNIndonesia.com menemukan bahwa menggunakan stylus di CreatePad adalah cara ternyaman. Sebab, cara ini memberikan respon tercepat.

Saat unit review datang, CNNIndonesia.com sempat mengalami anomali tombol pada kibor digital. Huruf yang keluar berbeda dengan tombol yang ditekan. Misal, ketika menekan tanda petik (") yang keluar malah huruf P. Begitupula dengan beberapa tombol lainnya. Namun, begitu perangkat di factory reset, anomali tersebut terselesaikan.

Performa

Tablet yang menggunakan prosesor Atom ini cukup untuk mengerjakan pekerjaan komputasi ringan. Berdasarkan pengujian Geekbench 4, tablet ini menunjukkan angka 1100 untuk pengujian single-core dan angka 3200 untuk pengujian multi-core.

Untuk pengujian grafis menggunakan GFXBench, kinerjanya tidak terlalu memukau dengan kemampuan rata-rata 19fps. Sehingga dari sisi performa, tablet ini memang tidak terlalu istimewa. Namun, tablet ini tak menemui kendala berarti ketika digunakan untuk pekerjaan ringan.

Terkait layar, tablet ini memiliki layar yang cerah dengan sudut pandang lebar. Sehingga memberikan kenyamanan untuk memandang layar berlama-lama.

Karena sudah menggunakan Android Marshmellow, pengguna bisa membuka beberapa jendela aplikasi sekaligus. Dengan demikian memudahkan pekerjaan multitasking. Hanya saja, besar layarnya belum bisa disesuaikan dengan keinginan pengguna. Tiap-tiap aplikasi yang dibuka berdampingan hanya bisa dibuka kira-kira seukuran tampilan di ponsel.

Untuk ketersediaan aksesoris, dari pengecekan beberapa layanan e-commerce tanah air memang hanya tersedia segelintir pelindung tambahan untuk perangkat ini.

Jika pengguna termasuk kurang hati-hati dengan perangkat yang digunakan, bisa jadi aksesoris pelindung diperlukan. Karena cat yang melapisi bodi metal perangkat ini mudah tergores.

Hasil tangkapan kamera tablet ini juga tergolong biasa saja. Apalagi ketika digunakan di tempat yang kurang cahaya.

Untuk ketersediaan port, Yoga Book menempatkan micro-USB, micro-HDMIm dan jack 3,5 mm.

Ini cocok buat mereka yang ingin kreatif dan sedikit lebih produktif tapi cukup dengan segala limitasi android. Maksudnya segala aplikasi produktif mereka cukup dipuaskan dengan aplikasi-aplikasi yang ada di android. Sedikit lebih produktif karena didukung oleh halo keyboard/create pad.

Spesifikasi:

Prosesor : Intel Atom x5-Z8550 Quad-Core 2,4GHz
Memori : RAM 4GB, ROM 64GB, MicroSD hingga 128GB
Layar : 10,1 inci resolusi 1200 x 1920 piksel
Dimensi : 256.00 x 170.80 x 9.60 mm
Berat: 690 gram
Baterai 8500 mAh
Kamera: utama 8-megapiksel, kamera depan 2MP
Android 6.0 Marsmallow
Harga: Rp 6,6 juta

Plus
  • Rancangan menarik, bodi tipis, dan bobot cukup ringan
  • Stylus bawaan mempermudah pengguna yang membutuhkan fitur menulis atau membuat ilustrasi
  • Halo Keyboard dan CreatePad unik
Minus:
  • Multitasking belom optimal karena ukuran jendelanya belum bisa diubah sesuaikan
  • Performa kurang optimal


0 Komentar