Merza mengaku pihaknya santai menghadapi aksi kreatif yang dilakukan tenaga pemasaran di lapangan.
"Smartfren setuju saja kalau ada penjual yang membundling Andromax dengan kartu operator lain, itu hak mereka jualan di pasar," pungkas Merza saat ditemui di kantor pusat Smartfren di Jakarta, Rabu (14/6).
Mengenai alasan penjual menyertakan kartu selain Smartfren, ia menyebut hal itu bisa saja terjadi berdasarkan analisa pasar di suatu daerah. Satu distributor di satu daerah di sebutnya tentu memahami target pasar dan strategi pemasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Distributor memang dibagi per cluster, tapi jujur saya ngga tau itu dijual di mana. Kami tidak akan mengontrol dan membatasi, karena Andromax memang pakai dual SIM dan salah satunya bisa untuk operator non Smartfren," pungkasnya.
Senada dengan Merza, CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo Alexander Rusli juga mengaku hal itu berada di luar kendali. Ia menganggap wajar jika ponsel Andromax yang mendukung teknologi 4G/ LTE dibundling dengan kartu dari operator manapun.
[Gambas:Instagram]
Kemunculan sebuah foto kardus ponsel Andromax yang ditempeli stiker Indosat yang beredar di Instagram menjadi awal dari adanya dugaan bundling 'kreatif' yang dilakukan penjual. Meski tidak diketahui lokasi penjualan ponsel tersebut, namun beredarnya foto tersebut memicu pertanyaan dan kebingungan tersendiri bagi pelanggan Smartfren dan Indosat.