"Saya pikir peluang yang kami pelajari adalah bagaimana masuk di segmen SUV, berbasis pickup. Itu kami pikir adalah segmen menarik, karena segmen ini makin berkembang," kata General Manager Marketing Strategi NMI Budi Nur Mukmin di Jakarta.
Selain berkembang, walau memiliki produk hampir serupa, yaitu X-Trail pasarnya masih kalah dengan dua model kenamaan dari pabrikan asal Jepang itu. Bagi dia, pasar X-Trail tentu masih kalah dengan produk di segmen SUV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa kemungkinan, yang menurutnya terdapat pada mobil baru itu. Baik menggunakan basis dari Nissan Navara, maupun menggunakan kerjasamanya dengan Mitsubishi dalam membangun SUV berbasis pickup keluaran Nissan.
"Tidak bisa spesifik. Tapi semua kemungkinan, bisa terjadi ya. Ya bisa saja kami menggunakan produk sendiri atau kolaborasi. Semua kemungkinan bisa terjadi," kata dia.
Masih Tiga Segmen
Budi melanjutkan, saat ini Nissan di Indonesia masih bergantung penjualannya hanya kepada tiga segmen, yaitu low multi purpose vehicle (LMPV), low cost green car (LCGC-Datsun) dan crossover berjenis kompak. Ketiga model itu masih menjadi tulang punggung Nissan memberi kontribusi.
"Temen temen tau lah itu seperti apa, kebetulan kamk ada Grand Livina, ada Datsun dan Juke," ujarnya.
Sehingga, untuk menambah aktivitas dan melakukan penetrasi di pasar Indonesia, pihaknya merasa perlu untuk menambah segmen kendaraan. Selain juga, terus berbenah dari sisi paska penjualan.
"Tapi secara urgensi ketiga segmen itu yang menjadi tulang punggung utama. Dan tentunya kami terus berbenah agar diketiga segmen ini performa semakin meningkat," kata Budi. (pit)