Manu Gulati telah bekerja selama delapan tahun selama di Apple. Ia berperan sebagai Micro-Talent. Kepindahannya ini terekam dalam laman LinkedIn Gulati. Di laman itu tertulis, ia mulai bekerja sejak Mei kemarin sebagai Lead SoC (system of chip) Architect untuk Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan komputasi kita sangat besar, rumit, dan unik, kita tidak bisa hanya membeli perangkat keras dari pasar, kita harus membuatnya sendiri," tulis Google dalam pengantar laman lowongan kerja yang mereka buat.
Namun, keunggulan Apple bukan hanya pada software atau hardware saja. Melainkan kombinasi keduanya plus layanan pelanggan. Ketiga hal ini yang menjadi kekuatan Apple untuk memuaskan penggunanya.
Samsung juga mulai mengikuti langkah Apple dengan merancang sendiri prosesor Exynos yang digunakan untuk beberapa perangkat seri Galaxynya.
Saat ini, performa dan efisiensi prosesor seri A buatan Apple khusus untuk iPhonenya itu disebut masih yang terbaik. Klaim itu terlihat dari skor benchmark single core A10 iPhone 7 yang melampaui Intel Xeon di Mac Pro 2013.
Lagipula, meski populer dan banyak digunakan, Snapdragon kerap bermasalah dengan isu prosesor yang cepat panas. Alasan sama yang membuat Samsung beralih sepenuhnya ke cip Exynos buatan mereka sendiri di samsung Galaxy S6, demikian The Verge.
Keseriusan Google untuk membangun cip sendiri juga tampak dari usaha mereka memburu orang-orang untuk posisi di sektor SoC (System on Chip). Laman Google Careers menunjukkan mereka sedang mencari teknisi perangkat keras untuk posisi Mobile SoC Architect dan Mobile SoC CPU Architect. Hal ini seperti dilaporkan Variety.