Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), serta operator seluler, telah melakukan serangkaian uji jaringan di sepanjang jalur mudik. Uji jaringan tersebut berlangsung tak hanya di Jawa, namun juga di jalur Sumatera.
Kelancaran telekomunikasi menjadi perhatian mereka karena keadaannya berbanding lurus dengan arus mudik. Bila arus mudik tersendat, beban jaringan telekomunikasi pun akan makin besar.
"Yang ketiban pulung kalau macet nanti adalah telekomunikasi," kata Menkominfo Rudiantara di Gedung Kemenkominfo, Senin (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa Pemalang, karena itu pertemuan arus dari Brebes Timur dan jalur fungsional," ujar Imam di kesempatan yang sama.
"Mobile BTS ada 300-an untuk seluruh Indonesia," imbuhnya.
Sebelumnya, BRTI bersama Kemenkominfo dan operator seluler, melakukan uji jaringan ke 10 kota Indonesia yakni Jakarta, Batam, Balikpapan, Lampung, Semarang, Bandung, Surabaya, Makassar, Padang, dan Medan. Sementara operator yang diuji jaringannya antara lain Telkomsel, Indosat Ooredoo, Hutchison Tri, XL Axiata, Smartfren, Smart Telecom, dan Smart Telekomunikasi Indonesia (N1).
Ada empat hal yang layanannya diuji dalam pengecekan ini yaitu layanan telepon, layanan SMS, layanan internet bergerak, dan kualitas cakupan mobilitas melalui kualitas sinyal seluler.
Di samping itu semua, pemerintah juga menggandeng perusahaan teknologi Kudo untuk menyediakan aplikasi Ayo Mudik. Aplikasi tersebut didedikasikan untuk memudahkan pemudik dalam memenuhi kebutuhannya selama di perjalanan.