Dengan begitu, bila sudah memperhatikan kendaraan yang tentunya akan bekerja secara ekstra, jangan lupa untuk menjaga kondisi fisik dari pengemudi agar tetap aman dan nyaman selama perjalanan.
Instruktur Utama Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan pola istirahat wajib diperhatikan bagi pengendara, mengingat perjalanan mudik lebaran tentu dilakukan dalam keadaan berpuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu 90 menit kemudian, dapat kembali beristirahat. Minimal pengemudi dapat memejamkan mata untuk mengisi ulang energinya," ujarnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memasuki malam, kondisi tubuh pengemudi pasti akan menurun, diikuti oleh stamina dan visbilitasnnya. Sehingga, Jusri menjelaskan, apa yang dilakukan oleh pengemudi tidak akan berkualitas, seperti menjadi mudah emosi hingga tidak dapat memilah prioritas.
"Delapan sampai 10 jam dengan catatan pola istirahat seperti tadi. Ini menyikapi kondisi baik di dalam rangkaian tubuh manusia. Ini bukan masalah keterampilan, tapi pola pikir mereka," kata dia.
Lihat juga:Trik Mudik Menyenangkan dan Hemat BBM |
Ia melanjutkan, bila pengemudi telah emosi akibat keletihan semua kemampuan otomatis akan menurun dan berpotensi kepada kecelakaan.
"Mudah emosi dan sensitif nah itu lebih menggunakan akal singkat daripada akal panjang, itu tanda keletihan. Makanya pengemudi sendiri harus petakan juga kondisi tubuhnya sendiri," kata Jusri. (pit)