Manajemen Alfacart Didepak, Tapi Tetap Bantu Proyek Alfamart

Eka Santhika , CNN Indonesia | Sabtu, 24/06/2017 12:11 WIB
Manajemen Alfacart Didepak, Tapi Tetap Bantu Proyek Alfamart
Jakarta, CNN Indonesia -- Alfacart melakukan perubahan bisnis model. Sebelumnya Alfacart menggunakan model bisnis marketplace yang menjual beragam barang kebutuhan konsumen. Kini, perusahaan itu akan ditujukan menjadi platform online yang menunjang bisnis PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT).

Alasan perubahan model bisnis ini lantaran pertimbangan dari manajemen Alfamart sebagai perusahaan induk Alfacart terhadap perkembangan industri e-commerce di tanah air.

"Bisnis e-commerce khususnya di industri ritel groceries (bahan makanan) pertumbuhannya belum significant," demikian disampaikan Nur Rachman, Corporate Communication General Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dalam pesan teks kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/6).


Untuk itu, Alfacart yang ada dibawah naungan PT Sumber Trijaya Lestari (STL) akan ditempatkan untuk meningkatkan sinergi dengan SAT sebagai perusahaan induk.

Disebutkan pula bahwa Alfacart akan menjadi perpanjangan tangan Alfamart di saluran digital. Hal ini dilakukan untuk menjawab perubahan pola belanja konsumen di masa mendatang.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh CMO Alfacart, Haryo Suryo Putro. Dalam pesan teks kepada CNNIndonesia.com, ia menyebutkan bahwa dalam diskusi dengan pemegang saham dan jajaran manajemen Alfacart, diambil keputusan untuk melakukan perubahan model bisnis. "Ke depannya, Alfacart hanya akan berfokus dalam kategori barang-barang kebutuhan sehari-hari," tulis Haryo.

Dalam pesan teksnya, Haryo juga menyebut, "adanya perbedaan visi ini mendasari keputusan para eksekutif pimpinan untuk mengundurkan diri dari sisi operasional bisnis perusahaan". Sayang tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai pernyataan ini ketika CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasikannya.

Manajemen Alfacart Tak Dipecat

Lebih lanjut, Hans Prawira, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) menegaskan bahwa manajemen (C-levels) Alfacart tetap memegang peranan untuk membantu beberapa proyek strategis dari grup Alfamart. Namun, ia mengaku bahwa mereka memang mengundurkan diri dari kegiatan operasional Alfacart. 

Hans juga menegaskan bahwa perusahaannya tidak menutup Alfacart. “Kami tidak menutup operasional Alfacart. Melainkan melakukan perubahan model bisnis untuk meningkatkan sinergi dengan Alfamart. Ke depannya, kami akan terus mendukung perkembangan bisnis Alfacart seperti selama ini dilakukan," demikian tertulis dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com

Sebelumnya diberitakan bahwa Alfacart memberhentikan sejumlah karyawan. Hal ini dilakukan STL yang tengah melakukan restrukturisasi organisasi. Sempat disebutkan bahwa restrukturisasi organisasi ini tak cuma berefek pada pengurangan karyawan, tapi juga menyentuh hingga pemecatan pucuk pimpinan Alfacart. 


Lebih lanjut, Hans juga menekankan bahwa restrukturisasi organisasi ini dilakukan bukan karena kinerja individu tim Alfacart. Tapi, merupakan konsekuensi dari keputusan bisnis terkait perubahan model bisnis.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan tim Alfacart yang telah meletakkan landasan yang baik sebagai platform O2O. Ini memungkinkan konsumen untuk memiliki pilihan belanja yang menarik dengan menggabungkan kemudahan online dan keberadaan toko offline,” tambahnya. 


BACA JUGA