Bintang sebagai salah satu perwakilan pengemudi GrabCar menerangkan bahwa ada enam tuntutan yang masih akan digemakan oleh sekitar seribu kepada Grab besok. Kendati demikian, fokusnya adalah menuntut uang yang belum dibayarkan oleh Grab karena akun mereka dibekukan.
"Kurang lebih ada 1.000 orang dengan kendaraan yang digunakan untuk mencari nafkahnya akan ikut berdemo. Sama seperti kemarin ada enam poin tuntutan, tapi yang menjadi prioritas adalah menjadi apa yang menjadi hak kami," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari online sebelah-sebelah banyak kawan-kawan yang bersolidaritas tapi tidak boleh memakai atribut mereka. Takutnya mereka menyusup dalam kami dan melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Tujuannya adalah mengingatkan dengan damai," katanya.
Aris juga menambahkan bahwa pihaknya masih mempersilakan pengemudi GrabCar untuk tetap bekerja jika tidak ingin mengikuti demo. Tidak ada aksi sweeping atau penangkapan bagi mereka yang tak ingin ikut demo besok.
Mendapat bantuan hukum
Aris menambahkan bahwa mitra pengemudi sudah mendapatkan bantuan hukum dari LBH Lasmura. Nantinya mitra pengemudi akan didampingi selama proses mediasi hingga proses selanjutnya dengan Grab. Jika kesepakatan tak juga ditemukan, pengemudi GrabCar tak akan ragu menempuh jalur hukum.
"Saking alotnya akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke ranah hukum. Apabila mereka tidak bertanggung jawab maka kami akan laporkan ke pihak berwajib. Lasmura adalah salah satu yang peduli pada nasib kami dan kami sama sekali tidak dipungut biaya," papar Aris.
Sementara itu, Bachtiar E Sitindjak selaku pimpinan kuasa hukum LBH Lasmora dalam kasus ini mengatakan bahwa pihaknya bersedia mendampingi dan mengedepankan mufakat untuk penyelesaian masalah. Bachtiar belum bisa menyebutkan pasal mana yang bisa dikenakan kepada pihak Grab semisal kasus ini menemui jalan buntu untuk para pengemudi.
"Bagaimana pun mediasi ini yang kita utamakan. Tetapi nantinya jika dari manajemen Grab Indonesia atau dari rekan-rekan kami tidak menemui kata sepakat atas tuntutan ini, kita akan memproses ke ranah hukum selanjutnya. Kita mungkin akan bawa ke pengadilan, hanya saat ini kita nggak bisa terlalu banyak ngasih tahu materi dari permasalahan ini. Kita harus melihat nanti hasil mediasinya," terang Bachtiar.
Usai acara konferensi media berlangsung, Aris didampingi kuasa hukum diketahui akan melakukan mediasi dengan manajemen Grab Indonesia di Kapolda Metrojaya. Mediasi ini difasilitasi oleh Dirjen Perhubungan. Pihak mitra pengemudi berharap mediasi ini bisa menunjukkan titik terang dikabulkannya tuntutan mereka.
Saat dikonfirmasi, pihak Grab membenarkan bahwa akan ada mediasi dengan mitra pengemudi GrabCar. Tanpa juru bicara dan Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, yang masih cuti, perusahaan taksi online tersebut terbuka untuk mendengar keluhan dan tuntutan para mitranya.
Sekadar informasi, sejumlah pengemudi GrabCar yang akunnya dibekukan tersebut sudah bekerja keras tetap bekerja di hari Idulfitri. Hal itu dilakukan demi mengejar bonus insentif Lebaran yang dijanjikan pihak manajemen.
Menurut Aris ada kurang lebih 3.500 akun yang dinonaktif se-JABODETABEK, namun yang melapor ke komunitasnya baru 1.500. Saat salah satu perwakilan mendatangi Grab dan ada sekitar 220 pengemudi yang dituding melakukan kecurangan, padahal akun tersebut memiliki saldo Rp2,5-11 juta yang menghilang tiba-tiba.