SoundCloud menjelaskan keputusan ini diambil sebagai langkah pemotongan biaya "untuk memastikan jalan menuju kesuksesan jangka panjang dan independen". Perusahaan yang dibangun di Berlin pada 2008 ini masih akan melanjutkan operasional di Berlin dan New York.
"Dengan mengurangi biaya dan melanjutkan pertumbuhan pendapatan, kita berada di jalur menuju profitabilitas dan mengendalikan masa depan SoundCloud," tulis Ljung dalam emailnya kepada para staff.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:SoundCloud Terancam Gulung Tikar |
Penyebab masalah finansial adalah karena perusahaan sering menggunakan fasilitas mahal, termasuk kantor mewah di dunia. Selain itu, sedikitnya akun premium juga menjadi penyebab.
Untuk mengatasi masalah financial, sebenarnya SoundCloud telah didekati Twitter dan Spotify. Namun hingga kini akuisisi tersebut tak kunjung rampung.
Penutupan kantor dan pemecatan karyawan sendiri bisa diartikan dua hal: dana tidak pernah ditutup dan/ atau investor mempertimbangkan penetapkan beberapa kondisi baru pemotongan biaya operasional.
Mengutip TechCrunch, sejauh ini diketahui tidak memiliki cukup dana untuk menutup utang-utang di periode sebelumnya.
SoundCloud sendiri telah membuat banyak upaya untuk menjaring keuntungan. Saat ini, mereka berfokus pada pelanggan yang mengakses konten premium. Mereka juga memiliki tingkatan khusus untuk pencipta konten dan iklan.
Sayangnya, hingga kini perusahaan kerap tutup mulut dan sama sekali tidak ada kejelasan berapa banyak pengguna premium atau seberapa besar iklan berkontribusi untuk perusahaan.
Kabar bangkrutnya Soundcloud sebenarnya sudah terdengar sejak awal tahun 2017. Hanya saja kala itu manajemen masih membantah isu tersebut dan memastikan perusahaan masih bisa beroperasi normal.