Jay Weatherill selaku South Australia Premier mengatakan ini adalah "kolaborasi luar biasa" untuk menghasilkan baterai berskala besar yang bisa "menstabilkan jaringan Australia Selatan serta menekan harga".
"Penyimpanan baterai adalah masa depan pasar energi nasional kita, dan dunia akan mengikuti kepemimpinan kita di tempat ini," kata Weatherill.
Baterai raksasa ini dirancang untuk memiliki kapasitas penyimpanan 100 megawatt atau 129 megawatt jam yang targetnya rampung pada 1 Desember 2017. Menurut Musk, daya itu tiga kali lebih kuat dari baterai terbesar di dunia saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah yang kami katakan secara terbuka, itulah yang akan kami lakukan," kata Musk.
Lihat juga:Elon Musk: Berikutnya Adalah Mobil Selam |
"Ini peningkatan fundamental dan bentuk efisiensi pada jaringan listrik. Hal ini sangat penting dan sangat jelas mengingat, masa depan sangat bergantung pada energi terbarukan," ucap Musk.
Seperti diketahui, Australia Selatan kerap terkendala dengan masalah pemadaman listrik hingga diperdebatkan secara politis oleh pemerintah negara bagian dan federal. Terlebih ketika terjadi badai aneh September lalu yang menghancurkan jalur transmisi sekaligus memicu perlunya sistem cadangan.
Sebuah konektor kunci yang terhubung ke negara bagian Victoria mati sehingga tidak bisa memasok sumber energi yang memadai. Namun tanggapan awal dari Menteri Energi Josh Frydenberg dan komentar lainnya menunjukkan masalah ini menjadi kesalahan negara yang terlalu tergantung pada energi terbarukan.
Dalam laporan terakhir, Australian Energy Market Operator seperti dilansir SMH mengatakan ketergantungan yang lebih tinggi pada bentuk energi terbarukan seperti angin dan matahari tidak cukup untuk memasok jaringan listrik yang rentan mengalami masalah.