Mengutip laporan dari McAfee tak suka anggapan Google sebagai perusahaan yang bersih dari tindak kriminal. Ia percaya bahwa jagonya mesin pencari itu punya dosa besar yang tersembunyi.
McAfee menilai cara kerja Google 'tak bermartabat' karena tak menghargai arti privasi bagi individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpendapat Google sebagai korporasi sudah kehilangan hati nuraninya. Menurutnya semua yang dilakukan Google dilatarbelakangi uang belaka.
Dalam wawancaranya kepada RT, McAfee tak menjelaskan dasar tuduhannya. Ia hanya mengekspresikan bahwa perusahaan yang didirikan oleh Sergey Brin dan Larry Page itu mengancam masyarakat global.
Namun ketidaksukaan pria 71 tahun itu kepada Google tak menghentikannya memuji buah karya mereka dalam membuka akses informasi seluas-luasnya ke umat manusia.
"Dari satu sudut pandang, saya menyukai Google karena mereka membuka pintu informasi melebihi bayangan kita," ucapnya.
Membuat Aplikasi 'Pembunuh' Google
Sebagai bentuk tanggung jawab, McAfee berjanji membuat sebuah perangkat lunak mutakhir yang bisa menghalangi cara kerja Google dalam memetakan data penggunanya. Ia menyebut program itu bernama Sentinel.
Sentinel direncanakan sebagai perangkat anti-peretasan pertama di dunia. Anehnya, McAfee menyebut Sentinel diciptakan untuk melindugi jaringan intranet korporasi dari serangan siber.
Obsesi McAfee 'menyerang' Google dengan Sentinel akhirnya berujung antiklimaks. Dalam proses pengujian, McAfee mendapati perangkat itu masih rentan akan serangan siber.
Kendati demikian, McAfee tetap teguh dengan pendiriannya. Ia berikrar bakal mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Google.
"Kalau tak ada yang berubah saya akan melakukan segalanya untuk memastikan keberatan dunia terhadap Google tersampaikan dengan baik," pungkasnya.