Hal ini diungkap oleh seorang analis keamanan, Nadim Kobeissi. Ia adalah seorang kriptografer dari Symbolic Software, seperti dikutip The New York Times. Pemblokiran ini memang masih sebagian. Namun bisa jadi mengarah pada pemblokiran penuh. Mungkin juga pemerintah China tak jadi melakukan pemblokiran.
Jika pemerintah China melalukan pemblokiran permanen, maka Whatsapp akan masuk dalam deretan situs lain yang sudah mendapat pelarangan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makin ketat
Belakangan, China memang kian memperketat kontrol terhadap konten internet. Sebelumnya, pemerintah China dikabarkan sempat berencana untuk memblokir layanan VPN. Meski belakangan, pemerintah China menyangkal hal tersebut.
Selanjutnya, pemerintah juga meminta tiga situs lokal untuk menghentikan layanan streaming video dan audio. Sina Weibo, iFeng, dan ACFUN diminta untuk tidak menyiarkan video dan audio yang tidak sejalan dengan aturan nasional mengenai audio visual dan mempropagandakan ujaran negatif, demikian Financial Times seperti dikutip The Verge.
Menurut Badan Administrasi Pers, Publikasi, Radio, Film, dan Televisi ketiga situs ini kekurangan lisensi untuk melakukan streaming konten. Sebelumnya, badan yang sama mendenda Tencent, pemilik WeChat. Alasannya, perusahaan ini telah melakukan siaran berita politik dan sosial tanpa izin yang tepat. Sekarang, pengguna individu harus mendaftar untuk mendapat izin melakukan streaming.
Lihat juga:China Tepis Kabar Rencana Blokir Akses VPN |
Awal bulan ini, setiaknya ada 60 akun media sosial yang ditutup karena telah menyebarkan konten vulgar dan memberi dampak negatif bagi masyarakat.
Untungkan bisnis lokal
Penyensoran penuh Whatsapp seringkali menguntungkan bisnis lokal di China. Pemblokiran Whatsapp diperkirakan akan kian mendongkrak bisnis WeChat. Saat ini WeChat memiliki 768 juta pengguna di China. Sementara Whatsapp memiliki 700 juta pengguna di seluruh dunia. Masih lebih sedikit dari pengguna WeChat.
Contoh lain adalah layanan pencarian Baidu yang berhasil mencuri tempat setelah Google hengkang dari negara tersebut. Sementara layanan media sosial Weibo, diuntungkan dengan tidak tersedianya layanan media sosial seperti Facebook dan Twitter, demikian The Verge.