Pria yang akrab disapa Leo ini meminta public untuk menunggu pengumuman resmi dari Tokopedia saja. Sebab, pihaknya tidak ingin terburu-buru menggemborkan sesuatu yang belum final dan merasa tak nyaman dengan mitra.
Saat ditegaskan JD.com atau Tencent yang mendekati Tokopedia, Leo lagi-lagi bungkam dan meminta awak media. Dia juga tak mau mengungkap sampai di mana proses investasi yang dikabarkan mencapai US$ 1 miliar tersebut.
“Tidak penting siapa partner kami, tetapi kami tidak ingin melangkahi mereka. Tolong tunggu pengumuman resmi kami. Untuk saat ini kami belum punya komentar,” tegasnya.
Sekadar informasi, JD.com Inc dilaporkan melirik Tokopedia sebagai upaya untuk mempercepat ekspansi di Asia Tenggara. Indonesia dipilih karena diyakini sebagai pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Pada Mei silam, Bloomberg menulis bahwa JD sedang dalam tahap awal melakukan negosiasi untuk menginvestasikan ratusan juta dolar di salah satu pasar online terbesar di Indonesia. Jika negosiasi ini lancar maka JD akan bertatapan langsung dengan Alibaba Group Holding Ltd yang telah mengakuisisi Lazada.
Sementara itu, Tencent juga dikabarkan telah berinvestasi US$1,2 miliar kepada Gojek. Dengan tambahan dana segar pada Mei, valuasi Gojek saat itu sampai menyentuh angka US$3 miliar (sekitar Rp39,98 triliun). Angka itu setara dengan kompetitornya asal Singapura, Grab, meski masih selisih jauh dari Uber dengan valuasi mencapai US$60 miliar (Rp799, triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT