Penghargaan ini diberikan untuk tim yang menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam membangun robot mereka dan melengkapi berbagai aspek perancangan. Tim ini berhasil unggul melawan tim robotik dari sekitar 160 negara lain.
Solusi air bersih
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Begini Cara Kerja 'Jarvis' ala Anak Bekasi |
Kompetisi robotik ini menerapkan prinsip IoT. Sehingga, robot yang dibuat harus mampu mengirimkan data lewat internet ke perangkat komputer. Panitia menyediakan waktu 1,5 bulan untuk menyelesaikan robot ini.
Dalam proses pembuatan robot, tim mengaku harus beradaptasi. Sebab, mereka biasa menggunakan metode programming untuk Arduino. Sementara lomba ini mengharuskan koding menggunakan Android Studio, demikian tertulis dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.
Pihak penyelenggara kompetisi FIRST Global Challenge berharap lewat kompetisi ini peserta bisa menciptakan jaringan global untuk bisa memecahkan masalah dunia dengan teknologi. Tahun depan, kompetisi ini akan berlangsung di kota Mexico City, Mexico.