Kendati demikian, Anggoro Aninditho, Business Development Manager Exabytes Indonesia mengungkapkan bahwa program GROW yang digagas perusahaannya tidak memiliki maksud untuk menyaingi program pemerintah. Sebab, visi misinya sama-sama untuk memajukan industri UMKM Indonesia.
"Kami tegaskan bahwa program GROW bukan didesain untuk menyaingi satu juta domain. Nah memang yang berbeda adalah domain ekstensi yang diberikan. Kalau PANDI hanya .id tetapi kalau GROW menggunakan beberapa domain ekstensi," ujarnya saat wawancara dengan CNNIndonesia.com di kantor Exabytes di gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta Pusat, kamis (20/7).
Menurut Anggoro, GROW tidak hanya memberikan domain gratis dengan ekstensi .id tetapi juga .com atau .net. Dia mengakui cukup jarang menggunakan .id karena khawatir dianggap menyaingi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Exabytes menilai bahwa setiap penyedia domain bisa membantu program pemerintah tersebut dengan cara sendiri-sendiri. Cara mengedukasi UKM dan penawaran produk yang diberikan pun juga bisa berbeda meski tujuannya sama.
Lihat juga:Operator Patuh Blokir Telegram |
"Exabytes tetap mendukung program sejuta domain id dan pemerintah. Tapi saya rasa program itu dikembalikan lagi eksekusinya kepada penyedia domain untuk melaksanakannya. Kalau kami melalui program GROW ini," ucapnya menjelaskan.
Basis terbesar pengguan Exabytes hingga saat ini masih di Malaysia di mana perusahaan didirikan. Kendati demikian, Exabytes optimis bisa menjaring ribuan UKM di Indonesia untuk menggerakkan roda ekonomi perusahaan di 2017. Oleh karena itu, perusahaan telah menggunakan server lokal yang berlokasi di Jakarta.