Bagikan Domain Gratis, Exabytes Tak Ingin Saingi Kominfo

Kustin Ayuwuragil , CNN Indonesia | Selasa, 25/07/2017 09:15 WIB
Bagikan Domain Gratis, Exabytes Tak Ingin Saingi Kominfo
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah bekerjasama dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) untuk membagikan satu juta domain berakhiran .id secara gratis sejak 2015. Sementara itu, Exabytes Indonesia juga memiliki program yang sama-sama memberikan domain gratis sepanjang tahun 2017.

Kendati demikian, Anggoro Aninditho, Business Development Manager Exabytes Indonesia mengungkapkan bahwa program GROW yang digagas perusahaannya tidak memiliki maksud untuk menyaingi program pemerintah. Sebab, visi misinya sama-sama untuk memajukan industri UMKM Indonesia.

"Kami tegaskan bahwa program GROW bukan didesain untuk menyaingi satu juta domain. Nah memang yang berbeda adalah domain ekstensi yang diberikan. Kalau PANDI hanya .id tetapi kalau GROW menggunakan beberapa domain ekstensi," ujarnya saat wawancara dengan CNNIndonesia.com di kantor Exabytes di gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta Pusat, kamis (20/7).

Menurut Anggoro, GROW tidak hanya memberikan domain gratis dengan ekstensi .id tetapi juga .com atau .net. Dia mengakui cukup jarang menggunakan .id karena khawatir dianggap menyaingi.

"Kita memang agak jarang pakai .id karena takut juga dikira menyaingi PANDI padahal intinya sama kok makanya kita pakai ekstensi lain. Kita juga selalu beri masukkan ke konsumen GROW yang sudah terdaftar bahwa ada info mengenai program sejuta domain PANDI jadi sebenarnya ini simbiosis mutualisme," lanjutnya.

Exabytes menilai bahwa setiap penyedia domain bisa membantu program pemerintah tersebut dengan cara sendiri-sendiri. Cara mengedukasi UKM dan penawaran produk yang diberikan pun juga bisa berbeda meski tujuannya sama.

"Exabytes tetap mendukung program sejuta domain id dan pemerintah. Tapi saya rasa program itu dikembalikan lagi eksekusinya kepada penyedia domain untuk melaksanakannya. Kalau kami melalui program GROW ini," ucapnya menjelaskan.

Sekadar informasi, perusahaan yang baru resmi beroperasi di Indonesia sejak Maret 2017 itu kini telah memiliki 3000 active product, 1000 server yang tersebar di Malaysia, Singapura dan Indonesia serta menjalankan 100 ribu situs di Indonesia.

Basis terbesar pengguan Exabytes hingga saat ini masih di Malaysia di mana perusahaan didirikan. Kendati demikian, Exabytes optimis bisa menjaring ribuan UKM di Indonesia untuk menggerakkan roda ekonomi perusahaan di 2017. Oleh karena itu, perusahaan telah menggunakan server lokal yang berlokasi di Jakarta.