Sebagai pendatang baru, Chen mengaku Meizu memilih untuk menyiapkan produk dengan spesifikasi yang menargetkan generasi milenial.
Untuk itu, Meizu akan menyiapkan ponsel yang memiliki spesifikasi mumpuni dan desain yang berbeda dengan ponsel pintar yang ada saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menghadirkan ponsel yang sesuai dengan pengguna, Chen menyebut keseriusan Meizu yakni dengan mematuhi peraturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Chen menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan pabrik asal Surabaya untuk perakitan ponsel Meizu.
Chen mengaku pihaknya berharap pasar Indonesia bisa memperkuat bisnis Meizu secara global. Sebab, saat ini tiga besar pasar utama bisnis Meizu ada di China, Rusia, dan Ukraina.
Pengembangan peranti lunak dan IoT
Selain mengembangkan peranti keras, Chen menegaskan strategi bisnis Meizu secara global kedepannya juga mengarah ke ranah peranti lunak. Hal itu menurutnya sudah dimulai dengan kemunculan peranti lunak untuk ponsel dan mobil pintar.
"Selain ponsel kami memang memproduksi aksesoris seperti earphone, bluetooth speaker, ransel, hingga perabotan rumah tangga pintar. Tapi fokus kami kedepannya juga mengarah ke pengembangan peranti lunak," ucapnya.
Tren Internet of Things (IoT) menurutnya mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan menyematkan teknologi terbaru ke beragam perangkat.
Hanya saja, ia mengaku untuk ke arah adopsi IoT yang kian massif masih belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Teknologi yang menurutnya belum matang serta masyarakat yang belum bisa sepenuhnya mengadopsi IoT menjadi alasan utamanya. (evn)